in

Kisah Balik dari Jatim, Pemudik Swab Antigen Mandiri

Petugas Polres Boyolali melakukan penyekatan dan pemeriksaan dokumen pengguna jalan tol di Rest Area Bale Nglaras Km 487 B Boyolali, beberapa waktu lalu. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Pulang kampung Lebaran tahun ini, memberikan tantangan bagi pemudik. Bukan hanya harus dalam kondisi sehat dan tak terinfeksi Covid-19, mereka juga harus berupaya maksimal agar tak tertular penyakit itu, termasuk ketika dalam perjalanan.

Hal itu pula yang dialami Nala, warga kelahiran Madiun yang kini sudah mejadi warga Kota Semarang. Dia menuturkan, sebelum pulang kampung, dia sekeluarga sudah melakukan test swab antigen secara mandiri.

Demikian pula ketika balik ke Semarang, sehari sebelumnya dia juga kembali melakukan swab antigen.

“Alhamdulillah hasilnya negatif semua,” kata dia, yang mengaku pulang kampung lewat tol, dua hari sebelum larangan mudik diberlakukan.

Berbekal surat-surat tersebut, dia merasa tenang selama perjalanan. Selain karena sudah dipastikan tidak terkena Covid-19, dia juga siap menunjukkan surat bebas Covid-19 jika bertemu razia.

“Swab antigen itu penting untuk mengetahui kesehatan diri kita. Ya…. Jika waktu itu hasil test positif, maka kami pasti nggak jadi pulang kampung,” kata dia.

Walaupun sudah dinyatakan bebas Covid-19, Nala juga tetap berusaha maksimal untuk menjaga kesehatan. Selain membawa hand sanitizer dalam botol kecil ke manapun pergi, dia juga selalu mengenakan masker medis.

Ketika dalam perjalanan mampir untuk makan pun, dia memilih restoran atau tempat makan yang tidak terlalu ramai. Dengan begitu, dia dan keluarga bisa menjaga jarak dengan pengunjung lain.

“Ketika melihat tempat makan yang ramai, saya justru tidak jadi beli. Padahal biasanya, tempat makan yang ramai, makanan yang disajikan biasanya juga enak. Tapi karena kami benar-benar takut terkena korona, jadi lebih baik cari yang agak sepi. Nggak terlalu enak juga nggak apa-apa, yang penting aman,” kata dia.

Nala yang mengaku sangat takut terkena korona, karena sudah mengidap diabetes melitus sejak 2005. Karena itu, dia berusaha menjaga diri dan keluarga.

Apalagi teman-temannya juga sudah banyak yang terkena, bahkan ada di antara mereka yang meninggal akibat penyakit ini.

“Menjaga diri dan keluarga, dengan memakai masker, mencuci tangan, dan jaga jarak wajib dilakukan. Ngeri kalau sampai kena. Teman-teman yang selamat, bilang rasanya tersiksa,” kata dia.

Penuturan serupa disampaikan Munif, salah satu pemudik dari Jatim yang akan balik ke Jakarta, setelah menjalani test swab antigen secara gratis di Rest Area Tol Bale Nglaras Km 487 B Boyolali, beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan pemudik dan test swab secara gratis, digelar oleh Satlantas Polres Boyolali, dalam rangka perpanjangan waktu penyekatan, hingga Senin (31/5).

Munif mengaku merasa lebih tenang dalam perjalanan, setelah mendapatkan surat bebas Covid-19 pada pemeriksaan antigen tersebut.

Perasaan itu berbeda, dibanding ketika dia pulang kampung sebelum pelarangan mudik diberlakukan. Dulu dia hanya mendapatkan surat keterangan dari RT dan RW tempat tinggalnya di DKI Jakarta.

“Gratis, Alhamdulillah. Terima kasih buat semua panitianya,” ungkap Munif.

Penyekatan

Sebelumnya, Satlantas Polres Boyolali memperpanjang waktu penyekatan hingga Senin (31/5), untuk menekan penyebaran Covid-19. Kasatlantas Polres Boyolali AKP Yuli Anggraheni, menjelaskan kegiatan penyekatan ini antara lain dilakukan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) atau kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD), beberapa waktu lalu di Rest Area Tol Bale Nglaras Km 487 B Boyolali.

Pada pengunjung rest area, petugas mengecek  surat keterangan bebas Covid-19 yang akan balik ke arah Jawa Barat. Pengunjung yang dapat menunjukkan surat tersebut, akan langsung diperbolehkan untuk meneruskan perjalanan.

Sebaliknya, jika tidak dapat menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19, maka pengunjung diwajibkan untuk mengikuti tes swab antigen secara gratis.

“Sudah ada 59 pengunjung rest area yang kami swab antigen secara gratis, hasilnya negatif,” jelas Yuli, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Lebih lanjut Yuli mengatakan perpanjangan waktu kegiatan penyekatan tersebut, merupakan instruksi dari Markas Besar Mabes Polri. “Karena masih banyak arus balik yang melintas di Provinsi Jawa Tengah,” ujar Yuli. (HS-08)

Share This

Iin Konitasari Juarai Lomba Bercerita di Boyolali

Melestarikan Tradisi “Udik-Udikan” Di Kendal