KIP Kuliah, KH Suyuthi Usul Kampus Berbasis Pesantren Perlu Diprioritaskan

Pengasuh Pesantren Manbaul Hikmah Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah KH Suyuthi Murtadho (tengah) saat menerima kunjungan Koordinator Wilayah teman-KIP Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Abdullah Syukri (kanan), Kamis (27/8/2020).

 

HALO KENDAL – Pengasuh Pesantren Manbaul Hikmah Kaliwungu, Kendal, KH Suyuthi Murtadho mengusulkan agar manfaat Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah juga sampai kepada kampus berbasis pondok pesantren.

Usulan tersebut disampaikan, saat dirinya menerima kunjungan Koordinator Wilayah teman-KIP Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Abdullah Syukri, Kamis (27/8/2020).

“KIP Kuliah perlu memprioritaskan kampus berbasis pesantren,” kata KH Suyuti yang saat menerima kunjungan didampingi putranya, yakni Gus Rifqil Muslim Suyuthi.

Menurutnya, hal ini mengingat banyak santri yang kuliah di kampus yang dikelola pesantrennya masing-masing. Dengan menjangkau kalangan santri, sehingga sebaran KIP bisa merata.

“Kampus berbasis pesantren perlu diprioritaskan oleh teman-KIP yang merupakan program strategis dan dapat membantu proses sosialisasi, mempermudah proses pendampingan dan mempersingkat proses penyelesaian hambatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah teman-KIP Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Abdullah Syukri mengatakan, kunjungan dirinya dilakukan dalam rangka mensosialisasikan program beasiswa KIP Kuliah.

Menurutnya, KIP Kuliah menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM bangsa Indonesia.

“Teman-KIP merupakan program kerelawanan sosial, yang bertujuan agar beasiswa KIP Kuliah tertuju pada sasaran yang tepat,” terang pria yang merampungkan progam S2 di Jerman.

Abdullah Syukri yang merupakan adik kelas Gus Rifkil saat mondok di Ponpes Al Anwar Sarang Rembang menambahkan, program ini strategis dan penting agar pendidikan semakin merata.

“Santri saat ini jangan takut melanjutkan kuliah, karena ada beasiswa KIP Kuliah. Kami siap berkolaborasi dengan teman-KIP khususnya untuk di wilayah DIY, agar santri dapat melanjutkan kuliah tanpa kesulitan biaya,” ujar Abdullah Syukri yang juga Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Dirinya juga mengatakan, teman-KIP akan terus melakukan sosialasi KIP Kuliah ke sekolah, pondok pesantren, dan berbagai komunitas di pelosok daerah, sesuai dengan fungsi teman-KIP. Yakni, mensosialisasikan program beasiswa KIP Kuliah seluas mungkin.

“Disosialisasikan teman-KIP di pesantren menurut dirinya sangat penting. Pasalnya, pesantren memiliki basis siswa yang cukup besar, jadi perlu dilibatkan dalam sosialisasi dan juga pendampingan,” terang Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) 2012-2015 itu.

Sebelum berkunjung di Ponpes Mambaul Hilmah Mororejo Kaliwungu, Abdullah Syukri telah melakukan sosialisasi teman-KIP di Ponpes Sunan Pandanaran Yogyakarta, akhir pekan kemarin.

Seperti diketahui sebelumnya, teman-KIP adalah program kolaborasi antara Stafsus Presiden RI Aminuddin Maruf dengan Kemendikbud RI dan Kemenag RI. Program ini sudah diluncurkan secara resmi pada awal Agustus 2020 lalu.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.