Kios di Pasar Bulu Banyak yang Kosong, Dinas Perdagangan: Kalau Tidak Segera Ditempati Kami Segel

Kios kosong di Pasar Bulu Semarang yang tidak ditempati pedagang selama tiga bulan akan disegel dan dicabut izinnya oleh Dinas Perdagangan.

 

HALO SEMARANG – Sejumlah kios pasar Bulu Semarang, saat ini kondisinya banyak yang tutup dan kosong, terutama di lantai satu dan lantai dua.

Bahkan, ada pedagang yang tidak menempati tempat usahanya tersebut lebih dari tiga bulan, sehingga Dinas Perdagangan telah mengambil tindakan dengan memberikan surat peringatan satu sampai peringatan tiga.

“Iya, kios yang kosong itu kita segel, dengan harapan pedagang yang bersangkutan segera ke Dinas Perdagangan untuk menyelesaikan semua kewajibannya. Atau memang kalau sudah tidak dipakai lagi, akan kita tarik untuk dialihkan ke pedagang lain yang membutuhkan kios,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman, Rabu (14/4/2021).

Kalau pedagang masih mau menempati, tentunya harus memenuhi hak dan kewajiban.

“Misalnya pembayar kewajiban seperti retribusi pedagang selama ini, itu harus dipenuhi semua. Untuk penyegelan kios pedagang, kami sudah surati mulai dari peringatan satu sampai tiga. Apabila tidak diindahkan kami akan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan Perda Kota Semarang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pengaturan Pasar Tradisional,” imbuhnya.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya memang mau menertibkan kios pasar yang kosong. Di sisi lain banyak pedagang yang membutuhkan kios untuk berjualan, tapi di sini pedagang sudah punya kios malah tidak dipakai.

“Karena selama ini pedagang mengetahui kalau sudah miliki kios itu untuk selamanya. Padahal itu tidak benar, dan ada ketentuannya. Dan kami juga memberikan surat pernyataan kepada pedagang bahwa kalau tidak menempati kiosnya selama tiga bulan berturut-turut dan tidak memenuhi kewajibannya, akan kami tindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Salah satu pedagang Pasar Bulu, Tami mengatakan, kondisi pasar di lantai dua dan tiga saat ini sepi. Karena, ada beberapa pedagang yang berjualan turun ke lantai bawah dan ada yang di luar pasar, meski masih punya kios atau los di lantai atas.

“Kami minta sebaiknya, semua pedagang bisa dimasukkan ke dalam pasar sehingga pasar menjadi ramai. Kalau kondisinya pasar sepi terus seperti ini, kiosnya pun juga akan ikut tutup,” ujarnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.