in

Kinerja Pengumpulan ZIS Baznas Klaten Terus Membaik

Foto : Klatenkab.go.id

 

HALO KLATEN – Kesadaran umat Islam di Klaten untuk membayar zakat terus membaik. Indikasi ini bisa dilihat dari pengumpulan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Klaten, yang terus meningkat.

Ketua Baznas Klaten, Wibowo Muktiharjo, belum lama ini dalam Talkshow bersama Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) Klaten, mengatakan pada akhir 2017 silam, Baznas hanya berhasil menghimpun zakat Rp 937 juta, namun pada tahun berikutnya melonjak menjadi lebih dari Rp 2 milyar.

Pada akhir 2019, zakat umat Islam di Klaten kembali terkumpul Rp 3,3 milyar dan pada 2020 menjadi Rp 4,5 milyar. Adapun untuk tahun ini, hingga akhir September 2021,  sudah terkumpul Rp 2,8 milyar.

Wibowo Muktiharjo yang juga mantan Sekda Klaten era 1990-an itu, mengungkapkan bahwa lembaga amil zakat yang telah lima tahun dipimpinnya itu, banyak menargetkan pembayar zakat dari kalangan ASN Klaten.

“Tahun 2020 Bupati Klaten mengeluarkan instruksi kepada ASN, untuk berzakat. Imbauan ini sangat ampuh. Maka pada 2020, ada peningkatan zakat yang cukup besar,” kata dia.

Terkait target jumlah pengumpul zakat atau muzaki kalangan ASN, pria yang sudah berusia 74 tahun itu, mengaku persentase masih kecil.

“Persentase ASN yang menjadi muzaki memang belum besar. Potensinya saya perkirakan ada di angka Rp 20 milyar. Kisaran muzaki ASN masih di angka seperdelapan atau 14% saja,” kata dia.

Terkait pentasyarufan atau penyaluran zakat,  Wibowo Muktiharjo mengatakan kebijakannya selaras dengan program pemerintah daerah.

“Program ada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan perumahan. Sifatnya fleksibel saja. Bahkan beberapa rumah tidak layak huni, kami bersinergi dengan program bupati,” kata dia.

Wibowo Muktiharjo yang akan mengakhiri masa kerjanya sebagai Ketua Baznas Klaten awal November 2021 ini, berharap masyarakat kian tumbuh kesadarannya berzakat.

“Zakat itu membersihkan harta dan jiwa. Potensi zakat Klaten masih besar. Mari kita terus menebar kebaikan dan manfaat sepanjang hayat,” kata dia. (HS-08)

Share This

Batik Tak Boleh Mati, Wali Kota Solo: Giliran Anak Muda Melestarikan

Ditargetkan Enam Bulan Mengalir, IPA Kesugihan Cilacap Mulai Dibangun