KIHT Berdayakan Industri Rokok

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus, Hartopo ketika menerima rombongan dari Pemkab Sumenep, di Command Center, Kamis (8/4). (Foto : Laman Pemkab Kudus)

 

HALO KUDUS – Dengan adanya Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kabupaten Kudus, Pemkab Kudus dapat memberdayakan industri rokok kecil, sekaligus menghilangkan industri rokok ilegal.

Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo di Command Center, Kamis (8/4), ketika menerima rombongan dari Pemkab Sumenep, yang menimba ilmu di Kabupaten Kudus.

Hartopo mengatakan adanya KIHT di Kabupaten Kudus, memberikan berbagai solusi terkait industri rokok kecil. Hal itu karena KIHT merangkul dan memfasilitasi para industri rokok.

Bahkan, beberapa pengusahanya diberi bantuan mesin, sehingga dapat beralih dari penghasil Sigaret Kretek Tangan (SKT) ke Sigaret Kretek Mesin (SKM).

“Kami mendukung KIHT, yang telah memfasilitasi industri rokok kecil dan memberdayakan di bawah naungannya,” ucapnya.

Capaian KIHT tersebut, tak lepas dari gencarnya sosialisasi yang telah dilakukan bersama Bea Cukai Kudus. Saat ini, industri rokok tersebut semakin banyak dan ramai. Hartopo juga mengungkapkan KIHT menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.

“Perusahaan rokok kecil dapat berkembang dan meluaskan jaringan. Sebagai hasilnya, KIHT dapat menekan angka pengangguran di Kabupaten Kudus,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah, selaku pemimpin rombongan, mengatakan pihaknya datang ke Kudus, untuk memperoleh berbagai informasi mengenai KIHT.

Pemkab Sumenep, saat ini memang sedang berupaya mewujudkan rencana untuk membentuk KIHT di wilayahnya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.