in

Kian Bertambah, 15.481 Jiwa Terdampak Kekeringan di Jateng

Ilustrasi bencana kekeringan, dok: pixabay.com

 

HALO SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat, sebanyak 15 ribu jiwa terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun 2021. Jumlah tersebut tersebar di 14 kabupaten/ kota di Jateng.

“Keseluruhan ada 15.481 warga yang terdapampak kekeringan di 49 kecamatan dari 14 kabupaten/ kota,” kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Provinsi Jateng, Dikki Ruli Perkasa, Jumat (15/10/2021).

Selama 14 kabupaten/ kota di Jateng dilanda kekeringan, sebanyak enam juta liter air bersih telah terdistribusikan di daerah terdampak kekeringan tersebut.

“Kami sudah menyalurkan 1.240 tanki air bersih dengan total 6.026.600 liter,” ungkap Dikki.

Ia menjelaskan, warga terdampak kekeringan di Jateng mengalami peningkatan. Jumlah tersebut merupakan pembaharuan hingga bulan Oktober 2021.

Sebelumnya pada bulan September lalu, total warga yang terdampak kekeringan hanya sekitar 13 ribu jiwa. Kendati demikian, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BPBD di 14 kabupaten/kota.

“Koordinasi dengan BPBD setempat terus dilakukan agar warga mendapatkan suplai air bersih,” katanya.

Dikki menerangkan, dari total 14 kabupaten/kota yang terimbas kekeringan, terdapat tiga daerah paling parah yakni Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, dan Purworejo.

“Ada tiga daerah paling parah tersebut sudah diatasi,” paparnya.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Jateng yang diterima halosemarang.id, 14 kabupaten/ kota yang dilanda kekeringan di antaranya, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Magelang.

Selain itu, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Jepara, Kabupaten Semarang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Klaten.(HS)

Share This

Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Mobil Di Plamongan Indah

Maksimalkan Program “Back Home”, Bank Jateng KCP Weleri Gelar Sosialisasi