Khawatir Muncul Klaster Baru, Pengelola Rumah Makan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Salah satu pengunjung menikmati makanan di Rumah Makan Mangut Kepala Manyung Bu Bekti, yang ada di Jalan Puri Anjasmoro Raya, D1 nomor 1 Semarang, Senin (9/11/2020).

 

HALO SEMARANG – Khawatir akan munculnya klaster rumah makan baru, para pengelola resto dan pujasera di Jalan Puri Anjasmoro, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang menerapkan protokol kesehatan ketat.

Mereka tak ingin ada klaster baru penyebaran corona yang membuat tempat usahanya ditutup sementara oleh pemerintah.

Andi Tirtana pengelola Resto dan Bar Seven, di Jalan Puri Anjasmoro Raya, Kota Semarang mengatakan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan ketat bagi pekerja dan pengunjung di resto yang dia kelola. Seperti mengatur jarak tempat duduk pengunjung, serta penyediaan tempat cuci tangan dengan dilengkapi sabun.

“Selain itu tiap ganti pengunjung kami selalu membersihkan tempat duduk dan meja makan,” katanya, Senin (9/11/2020).

Selain itu, pihaknya juga menyediakan alat pendeteksi suhu badan bagi para pengunjung. Jika ada pengunjung yang diketahui memiliki suhu tubuh di atas 37 drajat celcius, akan diminta untuk periksa ke rumah sakit terdekat terlebih dahulu.

“Kami ingin memastikan pelanggan kami aman dan nyaman ketika berada di lingkungan Resto dan Bar Seven ini,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Oktafa, pemilik Pawon Laut 28 yang juga ada di Jalan Puri Anjasmoro Semarang.

Menurutnya, pihaknya memang sangat perhatian dalam hal pelayanan di tengah pandemi corona ini.

Selain para penyaji sangat memperhatikan kebersihan, juga diminta untuk menjaga agar tak terjadi penularan wabah corona di restonya.

Kebetulan di resto yang dia kelola menyajikan masakan hasil laut, yang biasanya para pelanggan memakannya tanpa alat bantu makan, seperti sendok dan garpu.

“Kebersihan tangan saat makan sangat diperlukan ketika mengkonsumsi seafood. Jadi kami sediakan pencuci tangan sekaligus hand sanitizer. Hal ini untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung, sekaligus mencegah penularan corona,” katanya.

Sementara pengelola Rumah Makan Mangut Kepala Manyung Bu Bekti, yang ada di Jalan Puri Anjasmoro Raya, D1 nomor 1 Semarang menegaskan, para pengelola rumah makan di sekitar Jalan Puri Anjasmoro Semarang memang memperhatikan betul kebersihan tempat usahanya dan kenyamanan pengunjung.

Hal itu karena beberapa pengelola tempat makan di sana khawatir akan muncul klaster rumah makan baru. Maka untuk itu mereka rela mengeluarkan sedikit biaya dan membuat ketentuan, demi kesehatan pengunjung.

“Yang jelas kami tak ingin rumah makan yang kami kelola menjadi klaster baru, dan malah nanti ditutup sementara oleh pemerintah. Mending kami membuat ketentuan demi keselamatan pembeli,” tegasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.