Khabib Berjaya karena Dua Orang Hebat Ini

Mendez (kiri), Khabib (tengah) dan Abdulmanap/dok.

 

HALO SPORT – Ada dua orang hebat di balik kejayaan Khabib Nurmagomedov, juara kelas ringan Ultimate Fighting Championship (UFC) yang kini menyatakan pensiun.

The Eagle, julukan Khabib, dinobatkan sebagai petarung terbaik sepanjang masa UFC dengan rekor 29 kali menang tanpa kalah. Sang Elang ternyata punya dua figur yang berjasa melambungkan kariernya.

Khabib memegang rekor sebagai petarung yang paling banyak melakukan bantingan dalam sekali duel, dan tiga kali sukses mempertahankan sabuk juara kelas ringan. Dia cuma pernah kalah dua ronde selama berlaga di oktagon.

Keberhasilan Khabib tak lepas dari didikan ayahnya, Abdulmanap, dan pelatihnya di American Kickboxing Academy (AKA), Javier Mendez.

Abdulmanap meninggal dunia pada Juli lalu karena sakit jantung dalam usia 57 tahun.

Abdulmanap adalah veteran Angkatan Darat Rusia (dulu Uni Soviet). Dia mendalami beladiri judo dan sambo sejak remaja.

Sang ayah dilatih langsung Peter Butriy, pelatih kehormatan Uni Soviet. Sejak kecil Khabib pun diajari dua beladiri itu.

Abdulmanap mendidik anaknya dengan keras dan penuh kedisiplinan.

‘’Saya tak bisa seperti sekarang tanpa ayah saya. Ketika dia mengajari saya, maka saya seperti murid-murid lainnya tidak ada belas kasihan,’’ tutur Khabib.

Saat sang ayah tutup usia, Khabib begitu terpukul. Ibunya kemudian memintanya pensiun, dan baru dipenuhinya pada akhir Oktober 2020.

Nurmagomedov memulai petualangan ke Amerika Serikat pada 2011.

Dia bergabung dengan AKA di California yang dikomandoi Javier Mendez. Mendez adalah pria asal Meksiko yang berkecimpung di dunia mixed martial arts (MMA) sejak tahun 1980-an.

Javier ahli dalam beladiri kickboxing dan pernah jadi pemenang kejuaraan International Sport Karate Association (ISKA) pada 1992 dan 1995.

Tahun 1996, dia mendalami dunia tarung bebas dan berlaga di UFC.

Mendez pernah melatih beberapa petarung hebat UFC seperti BJ Penn, Cain Velasquez (juara kelas berat), Luke Rockhold (juara kelas menegah), Daniel Cormier (juara kelas berat ringan), dan terakhir Khabib.

‘’Ketika kali pertama melihat Khabib, wow orang ini luar biasa. Bakat bertarungnya begitu berbeda dari yang lain’’ ujar Mendez.

‘’Ayahnya mendidik Khabib dengan sangat baik. Saya tinggal memolesnya saja,’’ imbuhnya.

Mendez, yang pernah mengunjungi Dagestan dan bertemu Abdulmanap, terkesan dengan pola latihan ayah Khabib. Abdulmanap juga selalu menanamkan nilai-nilai kehidupan pada setiap muridnya.

‘’Meski Anda juara, entah sabuk hitam, atau pemegang sabuk emas, Anda tidak bisa menjadi bos. Anda butuh pelatih dan itulah bos Anda,’’ ungkap Khabib yang tak pernah lupa mengingat jasa sang ayah dan Mendez.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.