Ketua Umum KOI: Proses Bidding Olimpiade 2032 Ditangani Komite Khusus

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (Ketum KOI) Raja Sapta Oktohari menyampaikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Rencana Pencalonan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Olimpiade Tahun 2032, Rabu (4/11). (Foto: setkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pemerintah akan membentuk komite khusus, untuk menangani pencalonan Indonesia, sebagai tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade tahun 2032. Komite ini akan fokus untuk melaksanakan proses bidding, yang akan berlanjut sampai tahun 2023.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, seusai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Rencana Pencalonan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Olimpiade Tahun 2032, yang dipimpin Presiden Joko Widodo, seperti dirilis Setkab.go.id, Rabu (4/11).

Dia mengatakan, Indonesia sangat serius dengan pencalonan untuk dapat menjadi tuan rumah Olimpiade 2023. Karena itu Presiden juga menyatakan kesediaannya untuk mengunjungi Kantor International Olympics Committee (IOC) di Swiss, sebagai bagian dari upaya pencalonan tersebut.

“Dalam rapat terbatas yang baru saja dilaksanakan, kami juga melaporkan tentang proses bidding yang berlanjut sampai tahun 2023. Harapannya nanti setelah tahun 2023 itu bisa ditetapkan bahwa Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade 2032,” ujar Ketum KOI dalam keterangan pers, yang dilaksanakan secara daring.

Oktohari mengatakan Indonesia akan fokus untuk memenangkan proses bidding, karena proses tersebut sangat penting dalam waktu beberapa tahun ke depan, untuk mewujudkan keinginan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

“Ini akan menjadi pertandingan untuk memenangi kepercayaan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade maupun Paralimpiade,” ujarnya.

Untuk mendukung proses tersebut, pihaknya telah mengajukan anggaran tahun jamak atau multiyears untuk tiga tahun. “Kami akan terus berkomunikasi dengan para stakeholder, terutama Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Keuangan dalam merencanakan, melaksanakan, dan juga mempertanggungjawabkan anggaran yang akan digunakan selama tiga tahun ke depan,” tambahnya.

Setuju

Oktohari juga mengatakan telah meminta agar Presiden dapat mengunjungi Kantor International Olympics Committee (IOC) di Swiss, sebagai bagian dari upaya pencalonan tersebut.

“Bapak Presiden setuju, dan itu akan sangat membantu proses pencalonan kita sebagai tuan rumah Olimpiade maupun Paralimpiade 2032,” tuturnya.

Ditambahkannya, Olimpiade 2032 akan diselenggarakan secara lebih efektif dan efisien, sesuai dengan norma baru yang dibuat oleh IOC.

Untuk terpilih menjadi tuan rumah, Indonesia harus bersaing dengan kandidat-kandidat lain seperti Australia, Jerman, Unifikasi Korea, Qatar, dan India.

Namun Oktohari menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki berbagai keunggulan, dibanding negara pesaing tersebut. “Keadaan cuaca dan suhu yang relatif stabil di Indonesia, keamanan, keramahan, kuliner, keindahan, dan lain-lain menjadi pertimbangan utama,” kata dia.

Ketum KOI berharap, jika nanti Indonesia diberikan kepercayaan menyelenggarakan olimpiade, maka akan menjadi legacy dan sejarah baru bagi Indonesia.

“Ketika Indonesia diberikan kepercayaan, sejarah baru juga terukir di dalam dunia olimpiade, yaitu untuk pertama kalinya olimpiade diadakan di Asia Tenggara. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan semua kepercayaan yang dimaksud,” harapnya.

Ketua Umum KOI juga meminta dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, agar keinginan menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2032 dapat terwujud.

“Kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar bisa mendoakan dan juga berjuang bersama kita untuk membuktikan bahwa Indonesia juga mampu untuk menjadi tuan rumah Olimpiade maupun Paralimpiade tahun 2032,” pungkasnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.