in

Ketua TP PKK Kota Pekalongan Ajak Pengelola Bank Sampah Gerakkan Warga

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan, Hj Inggit Soraya SSn dalam kegiatan peningkatan dan penguatan kapasitas pengelola bank sampah se-Kota Pekalongan, di aula Kecamatan Pekalongan Barat. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan, Hj Inggit Soraya SSn, mengajak seluruh pengelola bank sampah, untuk menjadi penggerak dan menggiatkan gerakan pilah dan tabung sampah di bank sampah.

Hal itu disampaikan Inggit Soraya, dalam kegiatan peningkatan dan penguatan kapasitas pengelola bank sampah se-Kota Pekalongan. Kegiatan digelar TP PKK Kota Pekalongan di aula Kecamatan Pekalongan Barat.

“Jika diolah dan dipilah dengan baik, maka dari sampah ternyata bisa menghasilkan sesuatu. Misalnya sampah organik seperti kulit bawang dan kulit telur, bisa dibuat pupuk dan terbukti bisa membuat tanaman tubuh subur dan tahan lama,” kata Inggit, Kamis (30/9), seperti diirlis Pekalongankota.go.id.

Adapun sampah anorganik, bisa ditabung di bank sampah, baik Bank Sampah Induk, maupun bank sampah di kelurahan dan kecamatan. Konsepnya, Inggit menyampaikan, sama seperti menabung di bank konvensional.

“Biasanya ketika menabung, kita menyetorkan uang dan mendapat uang. Tetapi di bank sampah, kita tidak mengeluarkan modal berupa uang tetapi sampah dan menghasilkan uang serta membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan,” imbuhnya.

Inggit berpesan, kepada pengelola untuk lebih rapi dalam administrasi dan pengelolaan bank sampah.

“Kami lakukan penguatan kapasitas dari pengelola bank sampah dahulu. Tahun depan sudah kami rencanakan untuk mengadakan lomba tentang pengelolaan bank sampah agar dapat memotivasi dan sadar akan kebersihan lingkungan,” kata Inggit.

Kepala Seksi Pelayanan Sampah di DLH, Yuliastri SKM bahwa mekanisme menabung di bank sampah yakni melakukan pilah sampah dari rumah tangga. kedua, kumpulkan dan bersihkan sampah minimal 1kg untuk di tabung. Setelah memenuhi jumlah bawa ke bank sampah atau dikumpulkan di komunitas/kelompok.

“Nasabah bank sampah ada dua yakni nasabah perorangan ialah warga yang menabung sampahnya ke bank sampah langsung. Serta, nasabah kelompok ialah sampah yang akan ditabung akan diambil petugas dari bank sampah,” terangnya.

Yuli menuturkan bahwa bank sampah yang digagas oleh Pemkot Pekalongan, adalah bank sampah tanpa lahan. Artinya sampah yang terkumpul di satu rumah tangga, tidak terkumpul di satu titik lokasi bank sampah RW. Tetapi akan dijadwalkan oleh DLh untuk ditimbang, dibayarkan, dan diangkut ke Bank Sampah Induk.

“Sehingga tidak ada sampah yang menumpuk di satu titik lokasi bank sampah,” kata dia. (HS-08)

Share This

Launching Si Abang Belajar, Warga Tidak Bersekolah di Kota Tegal Perlu Dimotivasi Lanjutkan Pendidikan

Hari Batik Nasional 2 Oktober, Pengelola Museum Batik Kota Pekalongan Gratiskan Tiket untuk Pengunjung