in

Ketua RT Terduga Teroris di Semarang Dikenal Sebagai Tokoh Masjid

Slamet Priyadi (56), salah satu tetangga dekat TT, saat diwawancarai, Rabu (15/5/2019).

HALO SEMARANG – Densus 88 melakukan penangkapan terduga teroris di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Tak hanya dilakukan di Grobogan, namun juga sampai ke Kota Semarang. Seperti kejadian pada Selasa (14/5/2019) dinihari lalu, seorang warga RT 3 RW 1 Kelurahan Lempongsari,  Kecamatan Gajahmungkur berinisial TT (46) diamankan oleh petugas anti teror atau Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri.

Dari pantauan Rabu (15/5/2019), rumah tempat tinggalnya, terlihat sepi. Namun sempat ada kerabat TT yang datang ke rumahnya. Tapi tidak sempat bertemu dengan tuan rumah, ataupun keluarganya.

Saat ditanya, sosok TT, dikenal temannya sebagai sahabat yang baik.

“Tapi saya tidak tahu aktivitas di luar seperti apa. Saya datang ke sini sudah kosong. Tadi disuruh nunggu orangtuanya (TT-red), karena istrinya lagi kerja,” kata rekan TT, yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Sementara itu, salah-satu tetangga TT,  Slamet Priyadi (56) mengaku kaget dengan kejadian penangkapan salah satu tetangganya karena dugaan keterlibatan kasus terorisme, Selasa (14/5/2019) pagi.

“Saya kaget dengar berita itu dari media massa, terus Selasa (14/5/2019) siang sekitar pukul 12.00, puluhan aparat mendatangi rumah TT. Petugas menggunakan 2 mobil Innova, 2 mobil Avanza, dan 1 mobil sedan, “katanya,  Rabu (15/5/2019).

Ditambahkan Slamet, keluarga TT sempat cemas,  karena dari cerita isterinya,  selepas Subuh atau sesudah sahur, TT pamit dengan keluarganya keluar rumah. Tapi setelah ditunggu lama, tidak kembali lagi ke rumah sampai siang.

Diceritakan Slamet, jika sosok TT dikenal di lingkungan sebagai pribadi yang baik. Dan aktif di masjid yang tidak jauh dari rumahnya.

Bahkan, TT saat ini diamanahi menjabat sebagai ketua RT 3 RW 1, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur.

“Sudah menjabat dua periode,  sekitar 10 tahun. Sampai sekarang masih aktif di RT. Dan selama ini tidak ada kegiatan lain menyangkut pekerjaannya, dia aktif di kegiatan warga atau kampung,” terangnya.

Sehari-hari TT dikenal tetangga tidak menutup diri dengan warga lainnya. Dan aktif di masjid dan sering didapuk menjadi imam shalat di masjid Raudhatul Ulum, Lempongsari. Bahkan saat kerjabakti pun TT selalu ikut datang dan aktif bersosialisasi.

“Kebetulan pengurus masjid yang lama, pindah. Jadi dia yang selalu mimpin kalo tidak ada imam masjidnya. Beberapa masjid juga sering minta tolong untuk kegiatan ceramah,” ucapnya.(HS)

Empat Pemain PSIS Ini Tersisih dari Tim Akibat Cedera

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Tak Stabil