in

Ketua PW Prima DMI Jateng: Salat Jumat Boleh Dilaksanakan Di Wilayah Bukan Zona Merah

Foto ilustrasi: Salat Jumat berjamaah di Gradhika Bhakti Praja kompleks kantor Gubernur Jateng, baru-baru ini.

 

HALO SEMARANG – Penyebaran kasus aktif virus Covid-19 khususnya di wilayah Jawa Tengah masih belum bisa dikendalikan.

Hal itu membuat pemerintah menerapkan beberapa kebijakan kepada masyarakat, salah satunya yaitu PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Jawa Tengah, Ahsan Fauzi menyebut, bahwa kegiatan ibadah Salat Jumat boleh dilaksanakan selama wilayah tersebut tidak termasuk zona merah dalam mikrozonasi.

Namun, dia mengatakan untuk wilayah tertentu yang memiliki kasus positif massal, sebaiknya masyarakat dianjurkan melakukan ibadah dirumah saja.

“Seperti dulu pandemi awal, kegiatan ibadah di zona merah tidak diizinkan. Saya sepakat dengan anjuran pemerintah. Yang penting aturan sesuai dengan syariat Islam,” ujar Ahsan, Selasa (29/6/2021).

Hal tersebut juga berlaku bagi ibadah Salat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 H/2021 M yang segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan takbir keliling.

Sementara terkait pemotongan hewan kurban, Ahsan mengatakan lebih baik dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) jika memungkinkan.

Namun jika tak mampu menampung, pemotongan hewan bisa dilakukan di masjid atau musala terdekat dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Boleh menyembelih tapi harus minimalisir untuk berkerumun,” imbuhnya.

Agar menghindari kerumunan warga, lanjutnya, panitia yang tidak bertugas memotong hewan kurban bisa membantu proses distribusi daging. Panitia mengantarkan daging kurban ke rumah masing-masing orang yang berhak mendapatkannya.

Tak lupa, ia mengingatkan kepada takmir dan remaja masjid untuk senantiasa menjaga kebersihan rumah ibadah. Di samping itu, mereka juga harus menjaga kesehatan di tengah angka penyebaran Covid-19 yang semakin melonjak ini.

Dua hal tersebut, menurutnya, menjadi hal yang penting untuk meminimalisir penularan virus Covid-19. Dalam hal ibadah, ia menuturkan untuk tetap menjalankan sebagaimana mestinya. Namun menjadi pengecualian untuk daerah yang masuk dalam zona merah.

“Kita tidak boleh panik, kemudian tidak menjalankan ibadah Idul Adha. Menyesuaikan kondisi dari daerah masing-masing untuk pelaksanaanya,” imbuhnya.(HS)

Share This

Vaksinasi Di Kendal Terapkan Sistem Jemput Bola

Solusi Cerdas Simpan Emas, Pegadaian Luncurkan Titipan Emas dan Gadai Titipan Emas