Ketua Komisi E DPRD Jateng Ajak Orang Tua Murid Dukung PTM

Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah terus mengebut program vaksinasi Covid-19 terhadap guru dan tenaga kependidikan yang ditarget akan rampung pada akhir Juni 2021.

Dengan rampungnya vaksinasi, pembelajaran tatap muka (PTM) dapat segera dilaksanakan. Pemerintah sudah memiliki rencana bulan Juli mendatang PTM akan dilangsungkan.

Menanggapi rencana ini, Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid mengatakan, gencarnya persiapan pembelajaran tatap muka seperti angin segar pada dunia pendidikan. Hal ini karena selama lebih satu tahun pembelajaran dilakukan dengan berbagai keterbatasan.

- Advertisement -

“Memang itu salah satu jalan untuk membuat lega masyarakat. Untuk ukuran kesehatan masyarakat, karena sudah vaksin maka hampir bisa dipastikan itu aman,” kata Hamid kepada halosemarang.id, Senin (3/5/2021).

Hamid menuturkan, selama pembelajaran jarak jauh diterapkan, menyebabkan terjadinya fenomena lost learning atau kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar siswa.

Menurutnya, belum sampai satu tahun pandemi Covid-19, lost learning sudah terlihat. Hal itu dikatakannya setelah adanya penelitian dari UNESCO.

“Belum ada satu tahun UNESCO melakukan penelitian, lost learning sudah terjadi. Banyak kita melakukan pengamatan di berbagai sekolah baik SMP dan SMA negeri. Di tingkat SMP kami temukan hanya 25 persen yang dapat mengerjakan tugas,” terangnya.

Konsentrasi belajar anak, lanjut Hamid, sangat terganggu dengan adanya pembelajaran jarak jauh. Guru menerima tugas yang dikerjakan siswa hanya seperempat dari keseluruhan jumlah siswa dalam kelas.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyambut baik penegasan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada peringatan Hari Pendidikan Nasional perihal pelaksanaan pembelajaran tatap muka bulan Juli mendatang, setelah diberikannya vaksinasi Covid-19 terhadap guru dan tenaga kependidikan.

“Kami menyambut baik, bagaimana niatan itu untuk bisa membiasakan diri dan kita mempercayakan kepada pemerintah yaitu Dinas Pendidikan dan juga kepada satuan pendidikan di sekolah,” tutur Hamid.

Dirinya yakin kepada masyarakat akan dapat menyesuaikan terhadap adaptasi kebiasaan baru. Dengan penyesuaian tersebut, herd immunity atau kekebalan kelompok akan terjadi.

“Sehingga nanti mampu memunculkan ketahanan masyarakat, herd immunitynya bisa dapet,” tambahnya.

Dirinya berharap kepada orang tua murid agar mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Orang tua murid, ajak Hamid, dapat mempercayakan lembaga pendidikan dalm hal ini sekolah.

“Untuk orang tua yang anaknya masih sekolah tidak usah khawatir saat ini kita sudah harus bisa menyesuaikan dengan kondisi pandemi,” tutupnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.