in

Ketua DPRD Meminta Layanan Vaksinasi Prioritaskan Siswa

Ketua DPRD Kabupaten Demak, H Fahrudin Bisri Slamet saat monitoring vaksinasi di RS Sultan Fattah Karangawen, bersama Bupati Eisti’anah dan Wabup Ali Makhsun dan unsur Forkopimda, Selasa (13/7). (Foto : Demakkab.go.id)

 

HALO DEMAK – Ketua DPRD Kabupaten Demak, H Fahrudin Bisri Slamet  meminta kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, agar benar-benar memprioritaskan pemberian Vaksin Covid-19 bagi siswa SLTP sampai SLTA yang berusia 12 tahun sampai 18 Tahun

Hal itu disampaikan Fahrudin, saat memonitor jalannya vaksinasi di RS Sultan Fattah Karangawen, bersama Bupati Eisti’anah dan Wabup Ali Makhsun dan unsur Forkopimda, Selasa (13/7).

“Mestinya Dinas Kesehatan itu sudah faham bahwa pemberian Vaksin untuk siswa usia 12 sampai 28 tahun menjadi skala prioritas,” kata Fahrudin Bisri, seperti dirilis Demakkab.go.id.

Dia mengatakan selama dua hari pelaksanaan Gerakan Gencar Vaksin,  dia sudah mendatangi beberapa tempat vaksin terpusat dan menemukan beberapa  kendala yang perlu diperbaiki pelaksanaannya oleh Dinkes.

“RS Sultan Fattah sebagai salah satu sentra pelayanan vaksinasi, masih ada warga yang kebingungan. Mereka sebelumnya sudah mendaftar lewat link pedulilindungi.id, namun sampai di tempat, diminta mengisi blangko lagi. Lah terus manfaatnya link itu untuk apa,” kata Slamet, yang didampingi oleh Plt Direktur RS Sultan Fattah, dokter Ribekan.

Lebih lanjut ketua DPRD juga menyampaikan bahwa pemberian vaksin bagi siswa bercampur dengan warga umum, rentan menimbulkan klaster baru.

“Jika vaksinasi siswa digabung dengan masyarakat umum, maka dikhawatirkan bisa menimbulkan klaster Covid-19 baru. Pihak sekolah juga tidak bisa memantau identitas siswa yang sudah divaksin dan siapa yang belum. Padahal kita menargetkan agar terjadi herd immunity di lingkungan sekolah, di mana sedikitnya 70 persen siswa dan guru harus sudah divaksin,” kata dia.

Karena itu dia berharap, Dinas Pendidikan Kabupaten Demak dan Dikbud Provinsi Jateng yang membawahi SMA/SMK di Demak, serta  Kementerian Agama, untuk  saling proaktif berkoordinasi  lintas instansi, demi masa depan anak yang sehat, cerdas dan bermartabat.

Dorongan PGSI

Sebelumnya Ketua PGSI Kabupaten Demak, Noor Salim, sudah menyampaikan permohonan vaksin khusus siswa kepada Kepala Dinkes, Guvrin Heru Putranto. Menurut ketua PGSI, bahwa salah satu sarat untuk pembukaan sekolah atau pembelajaran tatap muka, guru dan siswa harus sudah divaksin.

“Saat ini di kabupaten Demak  untuk tenaga kependidikan dan guru, baik di bawah Kemenag maupun Dikbud, 90 persen sudah divaksin. Maka tinggal menunggu siswanya yang divaksin,” kata Salim.

Jika di kabupaten atau kota lainnya bisa melaksanakan vaksin khusus siswa, maka mestinya Kabupaten Demak juga bisa.  “Berdasar evaluasi hasil sidak dari Pak Fahrudin Bisri Slamet selaku Ketua DPRD, bahwa pelaksanaan Vaksin siswa yang digabung dengan masyarakat umum, tidak efektif, maka PGSI benar- benar mendorong Dinkes melakukan vaksin khusus siswa,” kata Salim. (HS-08)

Share This

Penanganan Kemiskinan, Tiap Perangkat Daerah di Pati Diminta Dampingi Desa

Jangan Anggap Sepele Diare pada Anak