in

Ketua DPRD Kota Semarang: Kinerja Dewan Tak Terganggu Paska-Pemilu

Suasana acara Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang, dengan menghadirkan narasumber ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, Jumat (8/3/2024).

HALO SEMARANG – Rampungnya tahapan rekapitulasi Pemilu tahun 2024 di tingkat kota oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), dipastikan tidak mengganggu kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, saat menjadi nara sumber dalam acara dialog interaktif DPRD Kota Semarang, Jumat (8/3/2024).

Meski belum disebutkan siapa wakil rakyat di DPRD Kota Semarang yang bakal dilantik, kata Pilus, sapaan akrabnya, diprediksi ada incumbent yang hilang alias terpental ada pula pendatang baru atau new comer yang akan duduk di kursi DPRD Kota Semarang. Bahkan, dari data yang dia miliki, kemungkinan akan ada 18 wakil rakyat baru yang terpilih pada Pileg kemarin.

“Kami memastikan jika paska Pemilu kemarin kinerja dewan tidak terganggu. Meskipun ada anggota dewan yang terpental, kinerja para wakil rakyat ini tetap harus profesional. Jelas harus profesional, mereka masing-masing punya tanggung jawab dan sudah diambil sumpah,” ujarnya.

Pilus juga menjelaskan, sesuai masa jabatan para anggota DPRD periode ini masih memiliki tanggung jawab dalam legislatif sampai Agustus 2024 mendatang. Sehingga sesuai dengan sumpah yang diambil saat pelantikan 2019 lalu, pekerjaan di Badan Musyawarah (Bamus), pembahasan Perda, dan lainnya tetap harus dilakukan.

“Mereka yang belum berhasil (incumbent-red) punya tugas untuk menyelesaikan pekerjaan. Tapi kemarin saya lihat masih full, karena ini konsekuensi dan tidak boleh nglokro,” bebernya.

Menurut dia, diperkirakan saat pelantikan Agustus mendatang kinerja DPRD juga tetap bisa gaspol lantaran dari 50 kursi yang ada, hanya 18 orang merupakan anggota baru. Hal ini tentunya tidak begitu berpengaruh pada sisi kinerja dan meneruskan aspirasi masyarakat.

“Incumbent masih dominan, mungkin 18 yang baru. Komposisinya sama seperti tahun lalu, yakni 19 orang yang baru. Mungkin ada penyesuaian, tapi nggak lama karena mereka sudah belajar. Selain itu teman-teman fraksi juga pasti akan menuntun,” jelasnya.

Sementara itu, Dosen Ilmu Politik Unnes, Dr Martien Herna Susanti mengapresiasi pelaksanaan Pemilu di Kota Semarang karena bisa berjalan damai, meskipun sebelumnya masuk kategori wilayah yang rawan konflik. “Tentram, aman terkendali, walaupun ada beberapa petisi itu adalah sebuah dinamika yang wajar dalam berpolitik, di mana orang boleh menyampaikan pendapat,” ujarnya.

Partisipasi pemilih, kata dia, juga dinilai sangat tinggi, termasuk banyaknya pendatang baru yang diprediksi duduk di DPRD Kota Semarang. Dia berharap agar para newcomer ini bisa menepati janjinya ke masyarakat, ketika nanti dilantik menjadi anggota DPRD.

“Harapan saya, tentu yang mereka janjikan bisa ditepati, yang jelas kami siap mengkritik ketika rakyat hanya dapat angin surga,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Badan Kesbangpol Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo menambahkan, bahwa dalam pesta demokrasi kemarin, peran Pemkot Semarang adalah sebagai fasilitator, dan mempunyai tugas untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Termasuk, memberikan pendidikan politik, serta juga mengapresiasi kepada para generasi muda, yang sudah mau menggunakan hak pilihnya.(HS)

Mendekati Moment Mudik Lebaran, Ajang Sauto Expo 2024 Kembali Digelar di Mal Ciputra

PSIS Gagal Raih Poin di Bali