in

Ketua DPR Minta Pemerintah Perbaiki Akses Informasi Pelayanan Kesehatan

Ketua DPR RI Dr (HC) Puan Maharani. (Foto: DPR.go.id)

 

HALO SEMARANG – Ketua DPR RI Dr (HC) Puan Maharani meminta Pemerintah Pusat dan daerah untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam mendata dan menginformasikan ketersediaan tempat tidur di pusat layanan kesehatan bagi pasien Covid-19.

Hal ini juga perlu dilakukan di wilayah luar Jawa dan Bali untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

“Manfaatkan teknologi untuk mempercepat layanan kesehatan bagi pasien Covid-19. Gandeng masyarakat, komunitas, dan dunia usaha untuk bersama-sama, bahu membahu terlibat langsung dalam penanganan Covid-19 ini,” kata politisi PDI-Perjuangan tersebut, seperti diirlis DPR.go.id.

Sejauh ini, masih banyak ditemui orang yang kebingungan mencari rumah sakit, untuk perawatan Covid-19. Tingginya angka keterisian tempat tidur di kota-kota besar di Pulau Jawa, memang perlu diantisipasi dengan gerak cepat dan tepat dari pemerintah dan masyarakat.

“Jangan sampai ada lagi, pasien Covid-19 yang tidak mendapat layanan kesehatan paripurna, karena persoalan keterbatasan informasi,” ujar Puan.

Puan mengapresiasi masyarakat, yang proaktif menjadi relawan maupun membentuk komunitas untuk membantu menginformasikan kebutuhan donor plasma, peminjaman tabung oksigen, dan serta pengaktualan data ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.

“Dalam menghadapi pandemi ini, semangat gotong-royong rakyat Indonesia semakin kokoh dan terwujud nyata dalam berbagai aksi sosial yang muncul dari bawah,” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah mengoperasikan Asrama Haji Pondok Gede sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19, Sabtu (10/7) kemarin.  Tambahan lokasi isolasi bagi pasien Covid-19 di sejumlah tempat di Jakarta, juga perlu dibarengi dengan kemudahan informasi yang aktual bagi pasien Covid-19 untuk bisa mengakses pelayanan kesehatan. Mulai hari ini,

Di asrama haji tersebut, ada 910 tempat tidur isolasi, termasuk 36 High Care Unit (HCU). Di dalamnya, terdapat 370 tempat tidur untuk tenaga kesehatan.

Di samping Asrama Haji Pondok Gede, pemerintah telah menyiapkan Rumah Susun Nagrak sebanyak 2.273 tempat tidur dan Rumah Susun Pasar Rumput ada 5.952 tempat tidur. Penambahan kapasitas juga dilakukan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet sejumlah 1.200 tempat tidur. Hingga 2 Juli 2021, kapasitas tempat tidur isolasi di 140 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta mencapai 11.134 tempat tidur. Sekitar 92% atau sejumlah 10.220 tempat tidur sudah terisi.

Dalam menghadapi ancaman Covid-19, Puan mengajak seluruh stakeholders di daerah, mulai dari gubernur hingga lurah maupun kepala desa proaktif dalam berkomunikasi dua arah dengan warganya.

Dengan begitu, para pemimpin bisa mengetahui kebutuhan aktual rakyatnya. “Manfaatkan berbagai saluran komunikasi, baik luring maupun daring, agar rakyat yang memang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat ditangani para tenaga kesehatan dengan baik,” tutur legislator dapil Jawa Tengah V itu.

Puan mengingatkan pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat komunikasi publik terkait terjadinya gelombang 2 Covid-19. Terjadinya disinformasi mesti ditekan agar penanganan Covid-19 dapat optimal dilakukan.

“Rakyat harus diberi dengan informasi yang tepat dan berkala, tentang Covid-19 dan penanganannya. Jangan sampai informasi yang tepat justru kalah dengan hoaks karena ketidakcermatan dalam melakukan komunikasi,” kata dia. (HS-08)

Share This

1.000 Ventilator dari Australia Tiba di Jakarta

Indonesia Turun Kelas, Kebijakan Ekonomi Perlu Dievaluasi