in

Ketua Dewan Minta Pembahasan RKPD Pemkot Semarang Diperdalam di Komisi

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Kadarlusman.

HALO SEMARANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Kadarlusman meminta pembahasan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terkait Rencana Kerja Daerah (RKPD) Kota Semarang 2025 lebih diperdalam di komisi-komisi. Tujuannya tak lain agar para wakil rakyat ini bisa memahami program yang dicanangkan pemkot.

“Seharusnya dibahas di komisi lalu dibawa ke Banggar (Badan Anggaran-red), jadi bisa lebih jelas apa yang dibutuhkan, bisa selesai atau tidak di tahun 2025 mendatang, termasuk apakah kelanjutannya atau tidak,” paparnya.

Di Komisi DPRD, kata dia, nantinya diberi kesempatan untuk mempertajam program yang ada dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Apalagi selama ini penyusunan RKPD tidak pernah melibatkan komisi, hal ini yang membuat rencana kerja yang sudah dicanangkan ataupun dibahas sering mengalami perubahan.
“Misal ada masukan dari komisi, aspirasi, ini kan harus disinkronkan, agar seperti pagu dan APBD-nya tidak berubah,” pungkasnya.

Sementara, Plh Sekda Kota Semarang, Muhammad Khadik menjelaskan, bahwa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Semarang 2025 akan memprioritaskan penuntasan penanganan banjir dan rob, serta visi misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021 – 2026.
Program prioritas itu sesuai dengan visi dan misi kepemimpinan pasangan Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu yang disampaikan di Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang, Selasa (25/6/2024).

Dalam RKPD disebutkan, APBD 2025 diproyeksikan Rp 5,52 triliun. Naik 5,53 persen dari APBD tahun 2024.

“Dari RKPD ini ada empat prioritas belanja pada 2025, yaitu penuntasan penanganan banjir dan rob, penuntasan target prioritas visi misi, penyelesaian kegiatan lanjutan, dan peningkatan penyediaan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. Dan Pemkot Semarang punya komitmen menuntaskan persoalan banjir, seperti perbaikan drainase dan sebagainya,” katanya.

Khadik menambahkan, dalam RKPD Kota Semarang 2025, belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi dianggarkan sebesar Rp 569 miliar. Angka itu naik 18,2 persen dibanding APBD 2024. Menurutnya ada peningkatan anggaran yang signifikan untuk mengentaskan banjir.

Pemkot, kata Khadik, juga akan menyelesaikan visi misi RPJMD 2021 – 2026. Dia merinci ada sejumlah program infasrtruktur yang harus disesaikan, di antaranya Pembangunan Jalan Jangli – Kedungmundu. Jalan ini menjadi alternatif Jalan Jangli – Mrican karena sudah padat penduduk.

Lalu, lanjut Khadik, ada pembangunan Jembatan Persen – Srondol yang menghubungkan Kelurahan Sekaran dengan Srondol Kulon. “Kondisi jembatan saat ini dinilai sudah tidak layak, sehingga perlu perbaikan. Selain itu, Pemkot Semarang juga akan menyelesaikan kegiatan lanjutan pada 2025 nanti. Satu di antaranya, pembangunan kelanjutan Jembatan Kaca Tinjomoyo, yang telah selesai dibangun sejak 2022 lalu,” imbuhnya.(HS)

Organisasi Mahasiswa Punya Peran Penting Dalam Menyiapkan Pemimpin Bangsa

Diduga Belum Kembalikan Mobil Rental, Oknum Polisi di Kendal Dilaporkan ke Polres