in

Ketika Mahasiswa Kendal Ikut Mengedukasi Pedagang Tentang Protokol Kesehatan

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat berdialog dengan relawan vaksinasi dari Ikatan Mahasiswa Kendal di Pasar Pagi Kaliwungu, Senin (9/8/2021).

 

HALO KENDAL – Ikatan Mahasiswa Kendal (Imaken), terlihat antusias ikut mensosialisasikan Pasar Sehat yang digelar di Pasar Pagi Kaliwungu. Hal ini terlihat saat mereka berdialog dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Senin (9/8/2021).

Gubernur menanyakan kepada salah satu mahasiswa, apa saja yang dilakukan oleh mahasiswa di pasar ini.

Sinta, salah satu anggota Imaken menjelaskan, mereka yang dikordinir Kodim 0715/Kendal, memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait prokes dan vaksinasi, khususnya kepada pedagang dan pengunjung pasar.

Menurutnya, dengan ada giat Pasar Sehat ini, kesadaran para pedagang tentang kebersihan meningkat.

“Kami memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Dan kesadaran masyarakat di Kendal sangat tinggi. Mereka mematuhi protokol kesehatan dan antusias mengikuti vaksinasi,” jawabnya.

Kemudian Ganjar lanjut menanyakan prosedur apa saja yang dilakukan kepada para pengunjung pasar.

“Khususnya yang tidak memakai masker. Apa yang dilakukan teman-teman mahasiswa kepada pengunjung pasar,” tanya Gubernur.

Kemudian Shinta menjawab, kepada para pengunjung pasar, yang akan memasuki pasar, harus cek suhu terlebih dahulu dan wajib menggunakan masker.

“Kalau ada yang tidak memakai masker, maka kami akan berikan masker,” jelasnya.

Shinta menambahkan, ia bersama teman-temanya juga membantu proses vaksinasi yang dilakukan di Pantai Ngebum dan Pasar Pagi Kaliwungu.

Mendengar jawaban dari mahasiswa tersebut, Ganjar mengapresisasi apa yang dilakukan mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Inilah contoh yang bagus, yang dilakukan teman-teman mahasiswa dengan mendukung vaksinasi dan penerapan prokes. Jadi kita harus mendukung program ini,” tandasnya.

Ganjar Pranowo juga menyarankan agar konsep Dasa Bakul atau Dasa Penjual bisa diterapkan di pasar-pasar.

“Konsep yang mengadopsi Dasa Wisma dalam sistem sosial kemasyarakatan itu diharapkan bisa membantu untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan antar pedagang,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan, konsep Dasa Bakul itu bisa didesain dengan menata tiap sepuluh pedagang yang berdekatan.

“Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab untuk saling mengingatkan terkait disiplin protokol kesehatan seperti pemakaian masker dengan baik, sering cuci tangan, dan lainnya,” imbuh Ganjar.

Jadi, lanjutnya, kalau salah satu pedagang maskernya yang melorot, maka akan diingatkan atau tidak sadar kalau sering bayar-membayar pakai uang.(HS)

Share This

Ganjar Usul Konsep Dasa Bakul Diterapkan di Pasar-pasar

Baru Fit Sepenuhnya September Nanti