in

Kesulitan Kebutuhan Air, Dompet Dhuafa Jateng Buatkan Sumur Bor Untuk Warga Patebon Kendal

Pengerjaan sumur bor bantuan Dompet Dhuafa Jateng di Dusun Mulyosari, Desa Wonosari Kecamatan Patebon, Selasa (19/10/2021).

 

HALO KENDAL – Untuk membantu warga yang sudah berpuluh-puluh tahun mengalami kesulitan memperoleh air bersih layak, Dompet Dhuafa Jawa Tengah membuat sumur bor di Dusun Mulyosari RT 4 RW 7 Desa Wonosari, Kecamatan Patebon, Kendal, Selasa (19/10/2021).

Fasilitator Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Arif Fajar Hidayat mengatakan, dalam program penanganan air bersih ini, Dompet Dhuafa Jawa Tengah membangun sumur bor di tujuh lokasi, dua di antaranya berada di Kabupaten Kendal. Yakni di Desa Wonosari dan Lanji, Kecamatan Patebon.

“Pembangunan sumur bor ini dimulai Senin (18/10/2021) kerja sama dengan beberapa lembaga, yakni dengan KPII untuk sumur bor di Desa Wonosari, sedangkan di Desa Lanji bekerja sama dengan British Propolis. Untuk daerah lain bekerja sama dengan Adira Insurance Syariah di Boyolali dan Sragen,” terangnya.

Arif menjelaskan, bantuan pembuatan sumur bor ini diprioritaskan untuk mengatasi kesulitan warga atas kebutuhan air bersih akibat kekeringan, baik kekeringan karena musim atau kekeringan karena akses.

Melihat lokasi yang terpencil dan kondisi perekonomian warga yang sebagian besar bekerja sebagai petani tambak dan ternak inilah, mendorong Dompet Dhuafa Jawa Tengah membuatkan sumur bor untuk warga.

“Untuk masyarakat Desa Wonosari ini, kesulitan akses kebutuhan air minum sepanjang musim. Di sini, PDAM belum bisa menjangkau, mungkin karena belum memenuhi kuota,” jelas Arif.

Dipaparkan, sebenarnya sudah ada beberapa sumur bor yang dibangun warga dengan kedalaman 70 meter sampai 80 meter, namun air masih payau yang tidak layak untuk minum.

Untuk itu sumur bor yang dibangun oleh Dompet Dhuafa Jawa Tengah dengan kedalaman 120 meter, sehingga airnya layak untuk minum. Harapan ke depan, dengan adanya sumur bor ini, maka kualitas hidup masyarakat bisa meningkat.

“Terutama masalah kesehatan, karena fasilitas air bersih yang layak untuk minum sudah ada. Sehingga taraf hidup juga meningkat,” papar Arif.

Sementara itu, Samet Lardi, Ketua RT 4 RW 7, Desa Wonosari mengungkapkan, selama berpuluh-puluh tahun, warga Dusun Mulyosari mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih yang layak untuk minum.

“Beberapa sumur bor yang ada, hanya untuk kebutuhan mencuci dan mandi, karena kondisi airnya tidak layak untuk diminum,” ungkapnya.

Saat ini di Dusun Mulyosari terdiri dari 68 keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 200 warga. Menurutnya, selama ini untuk mencukupi kebutuhan air minum harus membeli air galon isi ulang atau mengambil air di Lapas Terbuka Bleder yang berjarak sekitar 3 kilometer.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak Dompet Dhuafa Jawa Tengah dan semua pihak yang ikut membantu membuat sumur bor ini, karena betul-betul sangat diharapkan sejak dulu dan Alhamdulillah sekarang menjadi kenyataan,” pungkas Slamet.(HS)

Share This

Indonesia Buka Pintu Kunjungan Bagi 19, Luhut : Berdasarkan Standar WHO

Peringati Hari CTPS, TP PKK Desa Turunrejo Ajarkan Siswa KB Alamanda Cuci Tangan Yang Baik dan Benar