in

Kesehatan Mental Di Tengah Pandemi Perlu Mendapat Perhatian Serius

Ilustrasi kesehatan mental (dok/stories – freepik.com).

 

HALO SEMARANG – Desas-desus yang muncul ketika kondisi pandemi Covid-19, ternyata berdampak pada kesehatan mental masyarakat. Bahkan adanya layanan kesehatan mental tidak mampu menyeimbangkan angka kasus kesehatan mental yang terjadi di tengah kondisi pandemi. Hal itu diungkapkan oleh Psikolog Universitas Semarang (USM), Yudhi Kurniawan, Jumat (6/8/2021).

Menurutnya masalah kesehatan mental perlu mendapat perhatian serius.

“Kecemasan ini yang mendominasi, karena ada banyak perubahan kebiasaan yang terjadi. Seperti kebiasaan baru menggunakan masker, perubahan sistem belajar, maupun berita-berita yang muncul di media,” ungkapnya.

Baginya, Layanan Kesehatan Jiwa (Sejiwa) yang diprakarsai oleh Kantor Staf Presiden (KSP) bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) masih perlu diperbaiki.

Terdapat waktu perpanjangan layanan hingga tahun 2022, untuk mengoptimalkan layanan konsultasi kesehatan jiwa oleh profesional melalui sambungan telepon itu.

“Kalau kita bicara psikolog, spesifikasi psikolog itu ada beberapa macam. Misalnya psikologi klinis se-Indonesia itu jumlahnya menunjukan masih sedikit,” lanjutnya.

Ia menyebutkan, data jumlah psikolog klinis mengacu pada laman Ikatan Psikolog Klinis (IPK) yang diperbarui pada tanggal 5 Juli 2021 lalu, sebanyak 3.274 dan di Jawa Tengah sejumlah 346.

Melihat kekurangan tenaga tersebut, ia mendorong adanya pendistribusian supaya jumlah psikolog lebih merata, khususnya di fasilitas kesehatan dasar.

“Di Jateng sendiri, untuk psikolog klinis pada tiap-tiap Puskesmas masih belum ada,” ujarnya.

Serupa, diungkapkan oleh Ketua HIMPSI Wilayah Jawa Tengah, Ouys Alkharini, diperlukan adanya integrasi pemerintah dalam penanganan isu kesehatan mental.

Sering berjalannya waktu, pihaknya kerap kali melakukan web dalam seminar (webinar) kesehatan mental, membuka satgas di kabupaten/kota, maupun memberikan layanan konseling.

“Saat ini kondisi bencana non alam, semua bergerak masing-masing. Layanan Sejiwa sebenarnya program bagus. Namun, kami tidak mengetahui mengapa sosialisasinya tidak sampai ke bawah,” tandasnya.(HS)

Share This

Tiga Orang Hilang Usai Ritual Di Sendang Suroloyo Gunung Ungaran

Lagi Asyik Latih Burung Balap, Warga Kendal Didatangi Bhabinkamtibmas