in

Kesaksian Warga Soal Dugaan Penembakan Istri Anggota TNI di Semarang

Kepolisian mengamankan tempat kejadian perkara untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikn terkait penembakan istri anggota TNI di rumahnya yang berada di jalan Cemara III, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada Senin (18/7/2022).

HALO SEMARANG – Istri seorang anggota TNI diduga ditembak oleh orang tak dikenal di depan rumahnya yang berada di jalan Cemara III, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada Senin (18/7/2022).

Korban berinisial R itu mengalami luka yang parah di bagian perut akibat dua tembakan yang disemayamkan kepada dirinya. Setelah kejadian, korban langsung dibawa ke rumah sakit Hermina oleh suaminya berinisial M untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut penuturan warga sekitar yang bernama Rumi, kejadian itu terjadi pada pukul 11.50 WIB. Pada saat itu, dirinya baru pulang bekerja lalu mencuci tangan di luar rumahnya.

Di saat bersamaan, wanita berusia 48 tahun itu melihat korban yang pulang setelah menjemput anaknya sekolah. Ia juga melihat korban diikuti dari belakang oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor warna hijau.

“Kejadian persisnya bagaiamana saya tidak tahu. Setelah mbaknya (korban) jemput (anaknya) sekolah itu diikutin,” ujarnya di lokasi kejadian.

Tak berlangsung lama, tiba-tiba dirinya mendengar suara letusan yang berasal dari depan rumah korban. Karena curiga, lalu ia memeriksa asal suara itu dan mendapati korban sudah tergeletak di depan gerbang dalam keadaan bersimbah darah.

“Tiba-tiba ada suara ledakan dua kali. Saya kaget tapi saya tidak tahu kalu itu tembakan. Cuma saya langsung ke situ (lokasi kejadian) melihat korban sudah ndlosor (tergeltak) di depan pintu,” terangnya.

“Luka (tembak) dipinggang kiri, kayaknya parah banget soalnya darahnya banyak,” tambahnya.

Pada saat dirinya mendengar suara letusan itu, ia juga melihat dua orang mencurigakan yang pergi keluar kampung mengendarai motor ninja.

“Kalau ndak salah suara letusan itu dua kali. Terus dua orang itu (orang mencurigakan) belok pergi dari kampung. Masnya (pegawai korban) tak suruh kejar tapi karena gak pakai motor enggak terkejar,” bebernya.

Sementara itu, ketua RT 8 RW 3, Agus Purnomo menjelaskan, korban baru menetap di rumahnya selama 3 bulan. Keluraga korban juga dikenal sebagai orang yang baik dan aktif saat kegiatan di lingkungannya.

“Baru di sini 2 sampai 3 bulan. Bapaknya (suami korban) anggota TNI. Di sini juga aktif kegiatan bareng warga,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar mengatakan, korban mendapatkan dua kali tembakan yang menuju ketubuhnya. Irwan menerangkan, kejadian terjadi setelah korban menjemput putrinya sekolah yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD).

Lalu pada saat sampai di rumahnya, korban kemudian ditembak oleh beberapa orang yang mengendarai dua sepeda motor di depan rumahnya.

“Satu proyektil bersarang di tubuh korban kemudian satunya lagi tembus dan tertinggal di TKP (tempat kejadian perkara),” ujar Irwan saat ditemui di lokasi kejadian.

Setelah korban ditembak, pelaku langsung kabur tanpa merampas barang-barang milik korban. Kemudian seorang saksi mata berinisial ZA yang merupakan pegawai di rumahnya langsung menolong korban dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

“Dari keterangan sementara dari saksi, setidaknya ada dua kendaraan yang dicurigai sebagai kendaraan pelaku, dan kemungkinan lebih dari 2 orang,” bebernya.

Irwan menegaskan, penanganan perkara ini secara penuh disupport penuh oleh TNI, Kodim, dan Intelkam. Dirinya berharap pelaku dapat segera tertangkap dan kasus ini segera terungkap.(HS)

Petani Banyumas Kembangkan Mina Padi, Penghasilan Naik Jadi Rp 50 Juta

Ganjar Minta Vaksinasi Booster Digenjot, Target Tiga Bulan Selesai