Keripik Pisang Bangunsari Tembus Hingga Negeri Sakura

Dita Ayu Fitriyani memotong pisang yang akan dibuat menjadi keripik.

 

HALO KENDAL – Bagi kebanyakan orang, keripik merupakan makanan ringan yang digemari sebagai cemilan di tengah menjalankan aktivitas.

Berbagai olahan keripik yang berbahan dasar buah atau sayuran pun, menjadi market utama bagi pelaku UMKM dengan menonjolkan ciri khas rasa masing-masing.

Di Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon terdapat industri keripik pisang skala rumahan yang telah melayani pesanan hingga luar Jawa, bahkan telah mencapai Jepang.

Dita Ayu Fitriyani (26), merupakan pengusaha muda yang baru menekuni usaha keripik pisang selama 2 tahun terakhir.

Dirinya mengaku jika sebelumnya hanya membuat cemilan dengan tujuan konsumsi sendiri dan disajikan saat ada tamu saja.

“Saya mulai coba pasarkan sejak sering dibilang kalau keripik pisang buatan saya gurih dan enak. Dari situ saya iseng untuk promo ke temen-temen,” ungkapnya, Sabtu (31/10/2020).

Dipaparkan oleh Dita, hingga saat ini pemasaran keripik pisang yang dilakukan menggunakan sistem online, namun menerima pesanan secara offline masih dipertahankan.

“Tahun pertama bisnis pada tahun 2018, untuk perhari hanya menghabiskan pisang sebanyak 5 kilogram. Namun memasuki tahun 2020 ini, Alhamdulillah saya mampu menghabiskan 30 hingga 40 kilogram/hari,” paparnya.

Dita mengaku, pisang yang digunakan adalah pisang raja nangka yang memiliki ukuran besar dengan ukuran dari 15 hingga 20 centimeter.

“Alhamdulillah dari update story di media sosial, teman saya di Jepang baru seminggu lalu memesan 2 kilogram untuk rekannya warga negara Jepang. Insya-Allah teman saya yang di Korea juga pesan, dan sedang proses pengiriman,” ujar Dita.

Dipilihnya pisang raja nangka, karena pisang tersebut mempunyai rasa manis yang bercampur asam.

“Biasanya pisang kapok atau pisang ambon, tapi ini saya pilih pisang raja nangka karena rasa asli dari pisang jika diolah keripik dan dikombinasi dengan manis atau gurih itu cocok,” imbuhnya.

Saat ini olahan keripik pisang yang dibuat oleh Dita telah memiliki label dengan nama Keripik Pisang Al-Aqsa. Untuk harga satuan dibandrol Rp 13.000 / 250 gram.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.