in

Keresahan Masyarakat Terkait Pemadaman Lampu Saat PPKM Darurat, Polisi Akan Giatkan Patroli

Patroli Satreskrim Polrestabes Semarang Selasa (14/7/2021) malam.

 

HALO SEMARANG – Demi menekan penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengeluarkan beberapa kebijakan salah satunya adalah memadamkan penerangan jalanan umum (PJU) pada saat malam hari.

Hal itu membuat beberapa masyarakat resah lantaran saat pemadaman PJU di malam hari berpotensi dapat menimbulkan aksi kejahatan.

Agus Irwantoro, warga Plombokan, Kecamatan Semarang Utara menilai kebijakan ini mempunyai sisi positif dan negatif.

Sisi positifnya, kata dia, dapat meminimalisir aktivitas dan kegiatan masyarakat yang bisa memicu kerumunan, mengingat saat ini masih dalam situasi masa pandemi.

“Untuk sisi negatif kalau ada keperluan untuk keluar menjadi susah, karena gelap dan bisa memicu aksi kejahatan,” katanya.

Dia berharap pihak berwenang tak hanya fokus dalam menangani penyebaran Covid-19 namun juga mengatasi keresahan terkait kebijakan yang dikeluarkan.

“Ya kalau memang harus gitu tentunya wajib ada patroli rutin dari polisi. Hal ini untuk meminimalisir aksi kejahatan,” tuturnya.

Alex warga Pedurungan mengungkapkan, kebijakan dari pemerintah tersebut dinilai berlebihan.

Apalagi, lanjut dia, pemerintah sudah mengeluarkan aturan PPKM Darurat, salah satunya pedagang harus tutup jam 20.00 WIB dan tidak boleh melayani pembeli yang makan di tempat.

“Menurut saya kurang efektif, karena tidak berpengaruh apapun dan malah menyusahkan masyarakat,” ujarnya.

“Yang penting kan protokol kesehatan dijaga, yang berjualan biar berjualan yang bekerja biar bekerja. Pemerintah mengatur dan mengawasi protokol kesehatannya saja,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana menyebut, kebijakan mematikan lampu penerangan jalan umum dari Pemkot Semarang adalah upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dia mengatakan, masyarakat harus paham terkait aturan-aturan yang dikeluarkan pemerintah. Terkait potensi kejahatan dalam pemadaman PJU, pihaknya akan terus melakukan kegiatan patroli rutin untuk memberantas kejahatan.

“Saya rasa tidak usah resah. Karena itu kan program dari pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Seyogyanya masyarakat paham untuk tidak keluar rumah,” kata AKBP Indra Mardiana saat dihubungi halosemarang.id, Rabu (14/7/2021).

“Kita akan tetap lakukan patroli rutin, mau itu pemadaman maupun tidak,” imbuhnya.(HS)

Share This

Se’i Sapi Kana dan Bagaimana Ekosistem Digital Berkontribusi pada Kesuksesannya

Pakai dan Edarkan Tembakau Gorilla, Warga Kangkung Diamankan Petugas BNNK Kendal