Kepemilikan E-KTP di Jepara Sudah Mencapai 98,59 Persen

Petugas Disdukcapil Jepara mendatangi lansia untuk melakukan perekaman E-KTP. (Foto : Jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Sebagian besar warga Kabupaten Jepara yang wajib ber-KTP elektronik atau E-KTP, saat ini sudah memiliki dokumen kependudukan tersebut.

Sampai akhir tahun lalu, dari 880.410 warga yang wajib memiliki E-KTP di wilayah itu sudah sebanyak 868.006 orang (98,59 persen). Dengan demikian hanya tersisa 12.404 atau 1,41 persen warga, yang belum memiliki E-KTP tersebut.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Jepara, Sri Alim Yuliatun, menjelaskan warga yang belum memiliki E-KTP, sebagian besar terdiri atas kaum difabel, lansia dan eks Psikotik.

Eks Psikotik adalah seseorang yang pernah mengalami gangguan kejiwaan dan telah dinyatakan sembuh oleh RS Jiwa. Mereka lah yang kini menjadi sasaran pendataan oleh Disdukcapil Kabupaten Jepara.

“Tiga kelompok masyarakat ini, menjadi sasaran kami dalam kegiatan home to home. Mereka tidak mungkin datang ke kecamatan atau kantor Disdukcapil. Karena itu kami yang harus mengunjungi mereka,” kata Alim, seperti dirilis Jepara.go.id.

Ditambahkan, pelayanan home to home ini dilakukan bekerja sama dengan OPD terkait, seperti Dinsospermades dan Disperkim serta pemerintah desa.

Oleh karena itu ia berharap agar OPD terkait dan pemerintah desa mengkomunikasikan kepada Disdukcapil jika ada warganya penyandang disabilitas, lansia dan eks psikotik belum memiliki KTP el. Disdukcapil akan mendatangi mereka dari rumah ke rumah.

Selama Maret lalu, Disdukcapil berhasil melakukan perekaman 15 warga di lima desa.

Selain pelayanan perekaman KTP el, Disdukcapil juga melakukan jemput bola pemberian dokumen Akta Kelahiran dan Akta Kematian ke desa-desa. Hanya saja karena pandemi, jumlah pemohon dibatasi 30 orang. Selama Maret lalu pelayanan jemput bola berhasil menerbitkan 300 Akta kelahiran dan 11 Akta kematian.

“Untuk memudahkan warga, sejak 2018 kami telah melakukan pelayanan secara online. Namun belum semua warga mampu mengakses pelayanan online tersebut secara baik sehingga untuk menjembataninya kami berikan pelayanan tatap muka secara terbatas di kantor desa,” ungkap Alim. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.