in

Kepatuhan PPKM Darurat Di Kota Semarang Masih Rendah

Penempelan stiker PPKM Darurat di ADA Fatmawati Semarang, Sabtu malam (3/7/2021).

 

HALO SEMARANG – Kepatuhan masyarakat Kota Semarang akan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Semarang masih rendah. Buktinya, hingga Minggu (4/7/2021) jalan-jalan raya di Kota Semarang masih terlihat ramai lalu lintas.

Hanya jalan-jalan raya di tengah kota yang sengaja ditutup dari aktivitas warga, yang arus lalu lintasnya lengang. Sementara di jalan raya seperti Jalan Majapahit, Jalan Raya Kedungmundu, Jalan Arteri Soekarno Hatta, Jalan Siliwangi, Jalan Setiabudi masih terlihat ramai. Bahkan aktivitas masyarakat pada pagi hari masih terlihat di beberapa tempat keramaian.

Sabtu malam (3/7/2021), tiga tempat usaha di wilayah Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, juga harus disegel oleh petugas Satpol PP Kota Semarang. Penyegelan dilakukan lantaran tiga tempat usaha itu melanggar kententuan PPKM Darurat Jawa-Bali yang berlaku 3-20 Juli 2021.

Adapun tiga tempat usaha tersebut yakni Transmart di Jalan Brigjend Sudiarto (Penggaron), Resto Ananda Steak di Jalan Fatmawati, dan Swalayan ADA di Jalan Fatmawati. Penyegelan dilakukan dengan memasang garis Police Line, Pemberian Surat Peringatan, dan pemasangan stiker penyegelan.

Pelanggaran yang dilakukan ketiga tempat usaha itu pun berbeda. Transmart dan Swalayan ADA masih beroperasi di masa PPKM Darurat. Sementara Ananda Steak menyediakan layanan makan di tempat.

Saat menyegel Transmart dan Resto Ananda Steak, situasi berjalan kondusif. Namun ketika petugas Satpol PP hendak menyegel Swalayan ADA Fatmawati, situasi sempat tegang.

Seorang wanita yang disebut-sebut sebagai manager, tak terima swalayan tempat dia bekerja disegel. Dia bahkan terlibat adu mulut dengan petugas Satpol PP.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, penyegelan ini masih membuka pelayanan. Padahal, kata dia, dalam PPKM Darurat sudah jelas bahwa sektor usaha yang boleh beroperasi hanya yang menjual logistik sehari hari.

“Yang diperbolehkan jualan adalah yang menjual bahan pokok. Tapi di dua mal ini komplet yang dijual. Saya tidak mau berdebat soal persepsi,” kata Fajar didampingi pihak Kecamatan Pedurungan dan TNI Polri.

Apalagi, kata dia, dirinya melihat langsung di ADA Fatmawati terdapat kerumunan. Dia pun meminta para pengusaha agar sementara waktu bisa menahan diri dan taat aturan. Sebab aturan ini langsung dari pemerintah pusat.

“Pemilik usaha harus paham kondisi saat ini,” tandas Fajar.

Sementara itu, Kapolsek Pedurungan, Kompol Asfauri mengatakan, pihaknya akan selalu mendukung penegakkan peraturan daerah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang.

“Pada prinsipnya kami TNI Polri siap mengamankan pelaksanaan PPKM Darurat mulai tanggal 3-20 Juli,” kata Kompol Asfauri.

Asfauri menegaskan, pihaknya bersama instansi terkait akan terus menertibkan semua sektor usaha maupun warga yang melanggar ketentuan PPKM Darurat.

“Pada prinsipnya kami siap mengawal penegakan peraturan daerah. Sebab keselamatan dan kesehatan semua warga adalah hukum tertinggi. Ada kerumunan pasti akan kami bubarkan,” tandas dia.(HS)

Share This

Nasi Rames, Makanan Paling Populer Di Jawa Tengah Dengan Harga Murah Meriah

Trend Bersepeda Menurun, Harga Sepeda Bagaimana?