Kepala PAUD di Kabupaten Magelang Didorong Tingkatkan Kompetensi

Bunda PAUD Kabupaten Magelang, Christanti Zaenal Arifin. (Foto : Magelangkab.go.id)

 

HALO MAGELANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang, mendorong para kepala sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk meningkatkan kompetensi, termasuk melalui pelatihan dan bimbingan teknis.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin, dalam Bimbingan Teknis peningkatan kapasitas penyelenggaraan PAUD HI secara online, seperti dirilis Magelangkab.go.id, Senin (2/11).

Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas para kepala sekolah PAUD, serta diharapkan mampu menciptakan inovasi pembelajaran yang lebih kreatif di tengah masa Pandemi Covid-19.

Menurut dia, mengacu pada regulasi yang ada, pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 ini harus terus berlangsung. Namun demikian proses pembelajaran tersebut tidak bisa dilakukan secara tatap muka, melainkan secara daring menggunakan teknologi internet.

Untuk tingkat PAUD, pembelajaran secara online ini menghadapi banyak kendala. Sebagian anak belum memahami penggunaan teknologi komunikasi seperti ponsel pintar atau komputer. Oleh karena itu, peran serta orang tua sangat diperlukan.

“Peran aktif orang tua memang sangat diperlukan bagi tingkat PAUD apalagi di masa pandemi sekarang ini. Materi bisa saja dari guru diberikan, tetapi yang memberikan pengawasan dan pembelajaran secara langsung tetap dari orang tua,” jelasnya.

Sementara itu Bunda PAUD Kabupaten Magelang, Christanti Zaenal Arifin, mengatakan dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang pengembangan anak usia dini holistik integratif, disebutkan ada empat tujuan dasar.

Masing-masing adalah terpenuhinya kebutuhan esensial anak usia dini, terlindunginya anak dari kekerasan, penelantaran, perlakuan yang salah, eksploitasi di manapun anak berada, terselenggaranya pelayanan anak usia dini, dan terwujudnya komitmen seluruh unsur. Adaun unsur-unsur terkait tersebut adalah orang tua, keluarga, masyarakat, serta pemerintah pusat dan daerah.

“Untuk mewujudkan itu semua, pemerintah telah merancang program pengembangan anak usia dini yang holistik integratif. Artinya peran PAUD tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi menyeluruh di berbagai aspek. Mulai dari kesejahteraan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, dan perlindungan,” kata Christanti saat memberikan arahan Bimtek.

Strategi pengembangan anak usia dini holistik integratif yang diterapkan di Kabupaten Magelang sendiri meliputi, penguatan dan penyelarasan landasan hukum, peningkatan advokasi, komitmen, koordinasi, dan kerjasama antar perangkat daerah terkait, lembaga penyelenggara layanan, dunia usaha, dan organisasi terkait. Sementara saat ini Kabupaten Magelang telah memiliki 1.282 PAUD HI yang tersebar di 21 kecamatan, dengan 889 PAUD yang telah tervalidasi.

“Kami mendorong terus agar proses dan aktivitas pembelajaran PAUD HI dilakukan secara simultan dan berkesinambungan yang mencakup enam aspek perkembangan yaitu, nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni,” ungkapnya.

Menurutnya, peran orang tua bukan hanya menjadikan anak cerdas dan pintar, namun bagaimana menjadikan anak-anak berakhlakul karimah yang secara karakter bukan hanya mampu membantu dirinya sendiri dan keluarga, tetapi juga bisa membantu orang lain di sekelilingnya.

Keluarga juga sangat berperan sangat penting dalam menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi anak. Budaya hidup sehat dalam keluarga akan mampu mengurangi resiko tertularnya Covid-19 di masa Pandemi sekarang ini.(HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.