in

Kepala BKD Blora Minta Masyarakat Tak Percayai Calo CASN

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Blora, Heru Eko Wiyono. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Blora, Heru Eko Wiyono mengimbau kepada masyarakat, khususnya bagi pelamar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), supaya berhati-hati dan tidak mempercayai calo yang memberikan iming-iming bisa diterima.

“Hati-hati kalau ada calo yang mengatakan bisa diterima menjadi CASN, karena semua proses tahapan seleksi melalui sistem. Yang penting agar lulus test persiapkan diri anda dengan belajar dari kisi-kisi dari BKN dan instansi pembina formasi yang dilamarnya,” tegasnya, Selasa (2/4/2024).

Pernyataan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Blora, Heru Eko Wiyono itu, berkaitan dengan keberhasilan Polres Blora menangkap tersangka penipuan perekrutan CASN, baru-baru ini.

Tersangka berinisial KN (45) itu, kini ditahan Polres Blora, dengan tuduhan tindak pidana kasus penipuan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) terhadap seorang warga di Blora.

“Sesuai KTP, tersangka berasal dari Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. Namun tersangka berdomisili di Perumnas Karangjati, Blora,” kata Kasi Humas Polres Blora, AKP Sugiman, Selasa (2/4/2024).

AKP Sugiman, menyampaikan penipuan itu terjadi pada Januari 2022, dengan korban atas nama Sunarti (48), warga Desa Tempurejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.

“Modusnya dengan menjanjikan bisa meloloskan dalam seleksi penerimaan CPNS di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” tegasnya.

Sementara itu, Kanit Tipidum Polres Blora, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Moh Junaidi, menambahkan atas kejadian penipuan ini korban mengalami kerugian hingga Rp 302.500.000.

“Transaksi uang secara bertahap antara nominal Rp 20 juta, Rp 40 juta, Rp 60 juta dan seterusnya secara cash. Memang tidak ada tanda terima. Namun namanya kejahatan tidak ada yang sempurna, sehingga kita dalam penyelidikan menemukan bukti petunjuk yang menurut kami sangat fatal yang bisa menetapkannya sebagai tersangka,” paparnya.

Polisi mengamankan 6 barang bukti berupa dokumen. Berupa screenshot percakapan antara terlapor dan pelapor, satu lembar kwitansi sebesar Rp 20 juta, satu bendel persyaratan atas nama Ovi, dan 1 bendel persyaratan atas nama Hestu.

“Jadi dua-duanya ini anak korban yang dijanjikan akan lolos menjadi karyawan di Kemenkumham,” terangnya.

Iptu Junaidi mengatakan tersangka dijerat pasal KUHP 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun.

Kepada warga masyarakat, Iptu Junaedi SH MH. berpesan agar selalu hati hati dan waspada terhadap penipuan, baik penipuan secara online ataupun konvensional.

“Belajar dari kejadian ini, kami imbau kepada warga masyarakat agar jangan percaya pada orang-orang yang menjanjikan sesuatu kepada kita apalagi dengan imbalan uang atau barang, karena hal itu bisa jadi modus penipuan,” tandas Iptu Junaedi. (HS-08).

Bupati Blora Usulkan Daerahnya Jadi Kawasan Industri

Remaja Terindikasi Gengster di Semarang Diamankan, Polisi Berikan Pembinaan