Kendal Raih Sertifikat Eradikasi Frambusia Dari Kemenkes RI

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki bersama Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

 

HALO KENDAL – Kabupaten Kendal berhasil meraih penghargaan berupa “Sertifikat Eradikasi Frambusia” dari Kementerian Kesehatan RI, di Gedung Suyudi Kemenkes di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Kabupaten Kendal terpilih bersama tujuh kabupaten/kota di Indonesia dalam acara Pertemuan Integrasi Evaluasi, Validasi Data, Perencanaan dan Pemberian Sertifikat Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia, di Kantor Kementerian Kesehatan RI.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya mengatakan, tujuan diadakan pertemuan ini adalah untuk mensosialisasikan kebijakan dan upaya program agar Eliminasi Kusta tingkat provinsi, yang diikuti dengan eliminasi kusta tingkat kabupaten/kota.

“Melalui pertemuan integrasi sosialisasi program pencegahan dan pengendalian penyakit kusta dan frambusia yang dilaksanakan oleh Sub Direktorat Kusta dan Frambusia P2PML Ditjen P2P, sehingga eradikasi frambusia dapat tercapai dengan baik,” kata Menkes Budi.

Dijelaskan, pelaksanaan eradikasi frambusia ini mulai dicanangkan pada tahun 2017, dengan dikeluarkan Permenkes nomor 8 tahun 2017 tentang Eradikasi Frambusia. Pada saat itu ada 78 kabupaten kota di delapan provinsi yang ditetapkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay menjelaskan, Pemkab Kendal melalui Wakil Bupati Kendal, hari ini menerima penghargan eradikasi frambusia bersama delapan kabupaten/kota se-Indonesia.

Menurutnya, penghargan ini didapat, karena Kendal dinilai berhasil melakukan eradikasi frambusia atau sakit pantek dalam lima tahun terakhir.

“Ini berdasarkan survey dan pengamatan serta penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hari ini ada delapan kabupaten kota yang sudah berhasil memenuhi kriteria penilaian, yaitu bagaimana melakukan inovasi untuk mendeteksi penyakit kemudian bagaimana mencegah, mengobati, termasuk pendampingan agar pengobatan bisa tuntas,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajarkan bagaimana pola hidup sehat dan bersih serta kontinuitas dalam melaporkan perkembangannya.

“Kami bangga karena kerja keras teman-teman di lapangan benar-benar mendapat perhatian, dan ini sekaligus menunjukan bahwa kesadaran masyarakat Kendal untuk menerapkan pola hidup yang sehat sudah cukup tinggi. Kami berharap dapat terus melaksanakan berbagai upaya untuk mempertahankan, terutama mencegah agar tidak ada yang terkena sakit lagi,” ungkapnya.

Usai menerima penghargaan, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki merasa bersyukur atas pencapain Kabupaten Kendal dalam menekan angka penyakit kusta dan frambusia.

“Saya tekankan di sini, hasil yang dicapai, dibutuhkan keterlibatan dan komitmen yang kuat dari seluruh sektor, mulai dari tingkat desa, kabupaten, provinsi, dan peran serta masyarakat untuk mencapai eliminasi kusta di tingkat kabupaten/kota dan eradikasi frambusia di Indonesia,” jelasnya.

Menurut Wabup Kendal yang akrab disapa Pakde Bas, pencapaian ini didapat atas peran serta semua pihak dan masyarakat Kabupaten Kendal, dalam menjaga kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Kebersihan yang dimaksud, di samping lingkungan juga di dalam rumah. Seperti sanitasi yang memadai, minum air bersih, dan memastikan sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah, terutama ke daerah yang lembap.

“Selain itu dalam mencegah, penggunaan masker juga sangat membantu untuk mencegah tertular virus lepra, apabila kita sedang kontak langsung dengan penderita,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.