in

Kendal Kembali ke PPKM Level 2

Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Moh Toha

HALO KENDAL – Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 1 Tahun 2022 tentang PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, maka Kabupaten Kendal di tahun 2022, kembali ke level 2.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Moh Toha, Jumat (7/1/2022).

Dijelaskan, naiknya level PPKM di Kabupaten Kendal, karena kuantitas testing dan tracing Covid-19 belum memenuhi jumlah yang ditentukan pemerintah, sesuai kriteria PPKM level 1.

Ketentuan lainnya, lanjut Toha, untuk testing harus 60 persen PCR dan 40 persen tes antigen.

“Level PPKM jadi level 2 ini dikarenakan testing dan tracing kita itu dinilai kurang dari ketentuan. Terus yang kedua testingnya itu harus menggunakan 60 persen PCR dan 40 persen tes antigen,” jelasnya.

Toha mengungkapkan, untuk bisa kembali ke PPKM level 1, maka Pemkab Kendal melalui Dinas Kesehatan akan menggencarkan testing dan tracing yang menyasar sekolah-sekolah, baik kepada pelajar, guru maupun tenaga kependidikan.

“Sasaran testing kepada pelajar ini untuk mengetahui ada tidaknya penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah, setelah diberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen,” ungkap Toha.

Selain itu, Dinkes juga akan menyasar masyarakat umum yang terindikasi mengalami gejala Covid-19.

“Nanti dari Dinas Kesehatan akan melaksanakan tracing, terutama anak-anak sekolah yang melaksanakan PTM,” ujar Toha.

Ditambahkan, meski kembali ke PPKM level 2, namun kasus Covid-19 di Kabupaten Kendal sudah turun.

“Bahkan data terakhir hanya ada delapan kasus aktif yang tersebar di tujuh kecamatan,” imbuh Toha.

Sekda Kendal juga menyebut, saat ini Pemkab Kendal terus mempercepat vaksinasi bagi pelajar usia 6-11 tahun yang dilakukan langsung di sekolah-sekolah.

“Target vaksinasi anak, selesai tanggal 15 Januari, ada 95 ribu sasaran vaksin untuk anak usia 6 hingga 11 tahun,” ucap Toha.

Sedangkan vaksinasi untuk masyarakat umum juga terus dilakukan. Seperti vaksinasi bagi pelajar di atas 12 tahun, remaja, juga masyarakat dewasa dan lansia, yang tetap dilayani di masing-masing puskesmas. (HS-06).

Kena Rasionalisasi, Ribuan Tenaga Non ASN Pemkot Semarang Bakal Diputus Kontrak 

Pascanataru Harga Sembako di Kendal Berangsur Turun