in

Kendal Jadi Pilot Project Percepatan Penurunan Stunting

Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo didampingi Bupati Kendal beserta istri saat meninjau pelaku UMKM usai acara seminar Pencegahan Stunting, Jumat (7/5/2021).

 

HALO KENDAL – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat melakukan kunjungan kerja, dan seminar di Kabupaten Kendal dengan mengangkat tema “Peran OPD dan Ormas dalam Percepatan Penurunan Stunting Secara Konsisten di Kabupaten Kendal”, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kabupaten Kendal, Jumat (7/5/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Widwiono, Bupati Kendal Dico M Ganinduto, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, Sekda Kendal Moh Toha, dan diikuti oleh para Kepala OPD terkait.

Selain itu juga dihadiri, Ketua Tim Penggerak PKK Kendal, Wynne Frederica, Aktivis Pencegahan Stunting, Mr Zack Peteesen, para Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Kendal, dan para PLKB di Kabupaten Kendal.

Dalam sambutannya Bupati Kendal Dico M Ganinduto menjelaskan terkait dengan percepatan penurunan angka stunting dengan judul percepatan program penurunan stunting di Kabupaten Kendal.

Ia juga memaparkan, bahwa untuk mewujudkan sumber daya mamusia yang trampil dan berdaya saing bukanlah hal yang mudah.

Tentunya dengan harapan dapat tercapai, salah satunya dengan cara pencegahan stunting di Kabupaten Kendal.

“Di Kabupaten Kendal diharapkan stunting terus bisa menurun, jadi pencegahan stunting harus benar-benar dilakukan sejak dini, dan generasi mudah harus bebas dari stunting untuk mencapai pembangunan yang maksimal, dan untuk mencegahnya perlu adanya kerja sama dan sinergitas dari seluruh pihak, baik skala nasional, regional maupun daerah,” kata Bupati.

Dico juga mengungkapkan, saat ini Pemkab Kendal sedang menyusun regulasi Peraturan Bupati tentang percepatan pencegahan stunting terintegrasi di Kabupaten Kendal.

“Kami nenyusun SK Bupati tentang tim konvergensi stunting, dan SK Bupati Kendal yang menetapkan desa lokasi stuting, serta rembuk stunting yang akan dilaksanakan pada bulan Juni. Jadi hal-hal tersebut menunjukan bahwa keseriusan kami Pemeritah Kabupaten Kendal dalam mencegah stunting,” ungkapnya.

Sementara Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa wilayah Kabupaten Kendal itu bervariasi, ada pegunungan, dataran, dan ada dataran, tetapi angka stuntingnya renda, yaitu 9,15 persen.

Maka praktik-praktik baik yang dilakukan oleh masyarakat Kendal ini perlu disampaikan kepada publik.

“Kemudian, komitmen dari ibu Wynne Frederica Ketua TP PKK Kendal yang juga sebagai istri Bupati Kendal berkomitmen sangat tinggi menggerakkan masyarakatnya untuk mencegah stunting, dan ini sangatlah penting untuk kita publikasikan, agar dapat menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lainya,” terangnya.

Hasto juga menyampaikan, dalam masa pandemi, BKKBN pada jangka waktu dekat ini akan membentuk 3 pendamping keluarga yang terdiri dari 3 unsur yaitu Bidan, Kader dan PKK.

“Jadi jika keluarga memiliki balita, baduta dan Ibu hamil harus di didampingi, dan pendamping ini harus pro aktif menyambangi keluarga tersebut untuk mencegah terjadinya stunting dan penyakit lainnya,” jelasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kunjungan Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo didampingi Bupati Dico beserta istri melihat Bazar UMKM. Selain itu rombongan juga meninjau anak stunting dan beresiko stunting di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal.(HS)

Wardah Serahkan 230 Hand Gel Ke Masjid USM

Roadshow Panggung Kahanan Berakhir di Pekalongan Berakhir, Donasi Seniman Terkumpul Rp 90 Juta