Kenaikan Harga Komoditas Jelang Natal Dan Tahun Baru Juga Disebabkan Faktor Cuaca

Pedagang sembako di Pasar Karangayu sedang melayani pembeli, menjelang Nataru harga beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.

 

HALO SEMARANG – Kenaikan harga beberapa komuditas perdagangan di pasar tradisional di Kota Semarang, dinilai masih terkendali.

Kabid Pengembangan Perdagangan dan Stabilitas Harga Dinas Perdagangan Kota Semarang, Sugeng Dilianto mengatakan, kenaikan harga ini terjadi hanya pada beberapa komoditas seperti telur, cabe, dan daging ayam.

Kenaikan bahan pangan ini terjadi salah-satu penyebabnya karena berkurangnya jumlah pasokan dari tingkat petani. Hal ini disebabkan telah memasuki musim hujan.

Sugeng Dilianto mengungkapkan, kenaikan harga cabe misalnya, terjadi sejak sebelum bulan Desember 2020. Yang sebelumnya berkisar Rp 35 ribu perkilogram – Rp 40 ribu perkilogram, sekarang rata-rata menjadi Rp 50 ribu – Rp 60 ribu/kg.

“Atau naik sebesar Rp 10 ribu-Rp 20 ribu perkilogram, yang kenaikannya hampir 50 persen. Kenaikan komoditas cabe ini kemungkinan disebabkan permintaan masyarakat meningkat tapi pasokan dari petani menurun. Hal ini salah satunya faktor cuaca, yang terjadi setiap tahun mulai bulan November-Februari 2020,” terangnya, Rabu (16/12/2020).

Lalu, kata Dili, kenaikan harga cabe sebesar 50 persen ini terjadi di pasar induk, yakni di pasar relokasi MAJT/Johar, maupun pasar Karangayu.

Selain cabe, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas telur yang sejak sebelum Desember 2020.

“Sebelumnya harga telur berkisar Rp 25 ribu perkilogram, sekarang menjadi Rp 27 ribu perkilogram. Atau naik sebesar Rp 2 ribu perkilogram,” katanya.

Adapun penyebabnya, terang Dili, kenaikan harga telur, terjadi sejak pandemi. Karena pasokan telur tetap tapi permintaan cukup tinggi hingga 2-3 kali lipat dari biasanya.

“Kenaikan harga telur dari Rp 20 ribu perkilogram-Rp 25 ribu perkilogram masih normal,” paparnya.

Sedangkan komoditas lainnya, seperti bawang putih, bawang merah, beras dan gula pasir masih stabil.

Dari pantauan harga pangan di beberapa pasar tradisional Kota Semarang melalui Sistem Informasi Perdagangan Kota Semarang (Sip’s), pada Rabu, (16/12/2020).

Harga bawang putih Rp 25 ribu per kilogram, dari Rp 24 ribu perkilogram. Naik sebesar Rp 1.000 perkilogram. Bawang merah Rp 15 ribu perkilogram dari Rp 20 ribu perkilogram. Atau turun Rp 5 ribu perkilogram.

Lalu, komoditas pangan seperti beras masih berkisar Rp 9,5 ribu – Rp 12 ribu perkilogram. Begitu juga dengan gula pasir berkisar Rp 12,5 ribu perkilogram.

Sedangkan harga daging ayam Rp 35 ribu perkilogram dari sebelumnya Rp 34 ribu. Atau hanya naik Rp 1.000 perkilogram.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.