in

Kementerian Pertanian Bantu Ribuan Liter Pupuk Hayati Cair Untuk Gapoktan di Purworejo

Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM, menyerahkan bantuan secara simbolis dana Rp 100 juta untuk membangun jalan usaha tani. (Foto : Purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa 52.965 liter pupuk hayati (organik) cair, kepada 140 gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kabupaten Purworejo.

Bantuan untuk gapoktan di 140 desa atau kelurahan di 14 kecamatan itu, diserahkan secara simbolis oleh Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM, di Kantor Desa Kunir Kecamatan Butuh, Selasa (07/09).

“Jumlah bantuan pupuk hayati cair yang disalurkan Pemerintah kepada petani, melalui gapoktan di Kabupaten Purworejo Tahun 2021, adalah 52.965 liter untuk luas lahan 10.593 hektare, bagi 140 gapoktan di 140 desa atau kelurahan di 14 kecamatan,” kata  Agus Bastian, seperti dirilis Purworejokab.go.id.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas PPKP Wasit Diono SSos, Kabag Humas dan Protokol Rita Purnama SSTP MM, Camat Butuh Iqbal Nugroho SSTP MIP beserta Forkopimcam, kades dari 11 desa, PPL Pertanian dan para penerima bantuan.

Lebih lanjut Bupati Agus Bastian, mengatakan penggunaan pupuk kimia atau anorganik secara terus menerus, dapat berakibat pada penurunan mutu lahan. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan hasil pertanian.

Karena itu diperlukan upaya-upaya untuk memperbaiki mutu lahan, salah satunya dengan menggunakan pupuk hayati atau organik.

“Selain menyediakan hara tanaman, pupuk hayati juga dapat memperbaiki struktur tanah, memperkuat daya ikat agregat tanah, meningkatkan daya tahan dan daya serap air, serta memperbaiki drainase dan pori-pori dalam tanah,” kata dia.

Upaya peningkatan produktivitas pertanian itulah, yang dilakukan Kementerian Pertanian, termasuk dengan memberikan kepercayaan kepada beberapa gapoktan di Kabupaten Purworejo, untuk menerima Kegiatan Penyediaan Sarana Produksi Padi (Saprodi) Mendukung Indeks Pertanaman.

Lebih lanjut Bupati mengatakan peningkatan produktivitas pangan, akan tercapai apabila prasarana dan sarana pertanian yang digunakan memadai dan efisien. Selain itu juga didukung kemampuan sumber daya manusia  yang terampil, berkemauan keras, serta memahami teknologi informasi.

“Kabupaten Purworejo merupakan salah satu lumbung pangan di Provinsi Jawa Tengah bagian selatan. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban kita semua untuk selalu mempertahankan dan meningkatkan produktivitas pangan,” katanya.

Dijelaskan, guna mewujudkan Visi Purworejo Berdaya Saing 2025 atau Panca Daya Saing, salah satu misinya adalah Meningkatkan Daya Saing Sektor Pertanian dalam arti luas.

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk pertanian dan produktivitas pertanian, seperti modernisasi alat-alat pertanian dan memberikan subsidi pupuk kepada petani.

Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Wasit Diono SSos, menuturkan selain mendapatkan pupuk organik, di Kecamatan Butuh juga ada kelompok tani yang mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pada 2021, baik dari APBD maupun APBN.

Wilayah-wilayah itu adalah Desa Butuh, Desa Lubangindangan, Desa Lubanglor dan Desa Kaliwatukranggan.

“Bantuan dana tersebut untuk pembangunan jalan usaha tani, irigasi air tanah dangkal, dan unit pengolah pupuk organik,” kata dia. (HS-08)

Share This

UIN Raden Fatah Palembang Jajaki Kerja Sama dengan Pemkab Kebumen

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Rabu (8/9/2021)