Kemenlu Pulangkan Puluhan WNI dari Peru

Para WNI di rumah singgah milik agen maritim Maritima Oceanica SAC (Foto : Kemlu.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, memulangkan puluhan WNI di Peru, yang semula bekerja sebagai ABK di kapal-kapal berbendera asing, untuk dapat kembali ke Indonesia.

Sebelumnya KBRI menemui para ABK di rumah singgah milik agen maritim Maritima Oceanica SAC. Dalam pertemuan tesebut, para ABK berterima kasih telah dibantu kepulangannya.

Sebagian dari mereka menyampaikan keluh kesah situasi di kapal tempat mereka bekerja, seperti kualitas makanan dan minuman yang sangat buruk. Beberapa juga mengatakan diperlakukan secara baik dan gaji relatif lancar.

Sebaliknya, petugas dari KBRI di Lima, menjelaskan protokol kesehatan yang berlaku di tanah air. KBRI juga memastikan para WNI dibekali masker dan pelindung wajah selama perjalanan.

Tidak hanya itu, KBRI Lima juga memastikan agar hak-hak para WNI dipenuhi sebelum kepulangan mereka.

Sebelumnya, yakni dalam bulan Desember 2020, KBRI di Lima telah membantu pemulangan 98 ABK WNI ke tanah air. Pemulangan dibagi dalam empat gelombang.

Gelombang pertama pemulangan telah dilaksanakan pada 5 Desember 2020, di mana 21 ABK WNI bermasalah yang bekerja di kapal Corsario I, Pescamaro Uno, dan Pescamaro Seis, kini telah tiba dengan selamat di Indonesia.

Mereka dipulangkan melalui rute Lima-Sao Paulo-Doha-Jakarta. Sebelumnya 21 ABK dimaksud telah ditampung selama tiga bulan, sejak September 2020 oleh KBRI Lima, karena pemilik kapal tempat mereka bekerja mengaku kesulitan finansial akibat pandemi Covid-19. Para ABK tersebut belum menerima gaji dan tiket pemulangan.

Gelombang pemulangan kedua, rencananya akan dilakukan pada tanggal 11 Desember sebanyak 26 ABK dengan penerbangan via Lima-Madrid-Doha-Jakarta.

Gelombang ketiga pada tanggal 15 Desember sebanyak 34 ABK melalui Lima-Amsterdam-Jakarta, dan Gelombang keempat yaitu pada 16 Desember sebanyak 15 ABK via Lima-Amsterdam-Jakarta.

Untuk pemulangan gelombang dua, tiga, empat ini adalah para ABK WNI yang bekerja di kapal-kapal penangkap ikan dan cumi berbendera Tiongkok yang sudah habis masa kontraknya.

“Pemulangan gelombang pertama 21 ABK WNI dibiayai pemerintah RI sedangkan pemulangan gelombang kedua, ketiga, dan keempat yang berjumlah 75 orang adalah repatriasi mandiri, di mana biaya pemulangan ditanggung pemilik kapal tempat para ABK bekerja” kata Duta Besar RI untuk Peru, Marina Estella Anwar Bey, seperti dirilis Kemlu.go.id, kemarin.

Estela juga mengatakan terkait pemulangan ABK, KBRI Lima telah memberi bantuan di antaranya berupa penampungan, pemberian logistik, tes PCR Covid-19, masker dan face shield, koordinasi dengan agen dan otoritas Peru, surat pengantar, dokumen perjalanan, paspor, dan lain-lain.

Namun demikian hingga akhir tahun lalu masih ada dua ABK WNI yang ditampung KBRI Lima, karena positif Covid-19. Mereka pun dipulangkan kemudian setelah sehat. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.