Kemenkeu Gunakan Strategi Komunikasi Responsif, Adaptif, dan Kolaboratif

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Kemenkeu.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengembangkan strategi komunikasi yang responsif, adaptif, dan kolaboratif, dalam memformulasikan kebijakan keuangan negara, untuk menghadapi Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dalam pidato kunci pada acara Konvensi Nasional Humas 2020, yang diselenggarakan secara virtual.

Menurut Sri Mulyani, Kemenkeu harus responsif, karena Covid-19 merupakan tantangan luar biasa dan tidak direncanakan.

“Kami semula berharap, 2020 adalah tahun yang lebih baik, pemulihan ekonomi akan meningkat, dan masyarakat akan terus meningkat kesejahteraan nya. Namun dengan adanya Covid, seluruh perencanaan itu berubah. Kami harus melakukan berbagai langkah-langkah kebijakan, yang responsif dari Kementerian Keuangan,” kata Menkeu, seperti dirilis Kemenkeu.go.id.

Dalam situasi pandemi sekarang ini, banyak terjadi perubahan pada tata kehidupan dan cara berkomunikasi dengan stakeholder. Itu semua memerlukan adaptasi yang cepat.

Kementerian Keuangan melakukan adaptasi, tidak saja dari sisi prioritas kebijakan keuangan negara, tetapi juga terhadap kondisi Covid-19 dengan memaksimalkan penggunaan teknologi dalam cara bekerja. Hal ini sebutnya juga membutuhkan strategi komunikasi yang juga adaptif.

“Kita juga melakukan strategi kolaboratif, karena kita tahu bahwa tantangan ini tidak bisa dihadapi dan diselesaikan oleh hanya satu institusi atau satu pihak saja. Bahkan oleh pemerintah secara keseluruhan tidak mungkin melakukannya tanpa kolaborasi dari masyarakat, dunia usaha para akademisi. Inilah esensi dari kolaborasi karena tantangan ini adalah ancaman untuk kita semuanya,” terang Menkeu.

Pada kesempatan itu, Menkeu menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan berusaha agar bisa menjelaskan sebuah kebijakan yang begitu kompleks dan komprehensif dengan cara yang semudah mungkin sehingga masyarakat dan para stakeholder memahaminya karena ini adalah bagian dari transparansi serta akuntabilitas.

“Sekarang kita menggunakan juga media sosial apakah Facebook, Instagram, Twitter dan semua channel digunakan. Titik berat dari setiap pesan dari kebijakan kita adalah untuk menjelaskan bagaimana negara hadir melalui keuangan negara. Dalam kondisi ini kita mengundang kreativitas dari seluruh jajaran Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Kementerian Keuangan juga memperluas jangkauan komunikasinya, bahkan hingga ke para siswa SD, melalui program Kemenkeu Mengajar. Para siswa SMP dan yang sederajat, juga diajak mengikuti lomba vlog. Adapun untuk anak-anak SMA, melalui Olimpiade APBN, serta pada tingkat mahasiswa dengan penyelenggaraan debat mengenai keuangan negara.

“Semua ini adalah cara untuk berkomunikasi secara responsif, adaptif dan kolaboratif. Tujuannya adalah agar sebagai institusi publik kita menjaga dan mengelola kepercayaan masyarakat, karena itu adalah esensi dari pemerintahan terutama pengelolaan keuangan negara,” kata Menkeu. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.