Kemenkes Minta Peserta Kegiatan Tebet-Petamburan Lakukan Tes dan Isolasi Mandiri

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. H. Muhammad Budi Hidayat, M. Kes di Media Center Satgas Penanganan Covid-19, Jakarta (22/11). (Foto : bnpb.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau kepada masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya yang telah mengikuti sejumlah kegiatan seperti di Tebet, Petamburan, dan Mega Mendung beberapa hari lalu, agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Hal itu karena dari hasil pelacakan Covid-19 melalui tes Swab PCR, Kamis (19/11) lalu kepada para peserta kegiatan tersebut, ditemukan ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kemenkes mengimbau semua orang yang mengikuti acara tersebut dan siapapun yang merasa telah kontak erat dengan orang yang hadir agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” ujar Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr H Muhammad Budi Hidayat, M. Kes dalam konferensi pers: Update Pemeriksaan, Pelacakan dan Perawatan Covid-19 olej Kemenkes di Jakarta, Minggu (22/11), seperti dipublikasikan bnpb.go.id.

Adapun rincian dari hasil pemeriksaan yang menunjukkan positif Covid-19 tersebut, meliputi 50 orang yang terlibat dalam kegiatan di Tebet dan 30 orang di Petamburan. Untuk 15 orang di Mega Mendung, masih menunggu hasil pemeriksaan uji sampel.

Budi juga menganjurkan bagi siapa saja yang merasa memilki gejala seperti batuk, pilek, sesak nafas, sakit tenggorokan serta kehilangan indera perasa, agar segera menghubungi Puskesmas terdekat.

Untuk wilayah DKI Jakarta, Pemerintah telah menyiapkan pusat karantina khusus bagi pasien Covid-19, yaitu di Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

“Apabila bergejala segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemerintah juga telah menyiapkan pusat karantina di Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet,” kata Budi.

Dia menekankan kepada seluruh tokoh masyarakat atau siapapun yang berperan penting dalam suatu komunitas, agar lebih bijaksana dan dapat memberikan teladan kepada masyarakat, tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Budi meminta agar selama masa pandemi tidak menggelar kegiatan yang menimbulkan banyak kerumunan orang. Sebab, berkerumun dapat memicu terjadinya penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang dapat berakibat fatal.

“Kita harus bekerja sama dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 agar pandemi segera dapat diatasi,” tegas Budi.

Kemenkes terus berupaya berupaya melacak dan menelusuri kontak erat dari pasien yang terkonfirmasi Covid-19, untuk mempercepat penanganan pandemi tersebut, sekaligus memutus rantai penularannya.

Saat ini, Kemenkes dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah menerjunkan lebih dari 5.000 petugas, untuk melakukan pelacakan kontak erat dan tersebar di 10 provinsi prioritas.

Kemenkes berharap agar masyarakat dapat mendukung para petugas tersebut sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah dan tidak semakin meluas.

“Kami berharap masyarakat terbuka dan mendukung relawan pelacak kontak sebagai kontribusi memotong rantai penularan Covid-19,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.