Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Kemenangan Penting PSIS, Patahkan Rekor Tak Pernah Kalah PSM di Kandang

Heru Setyawan menjadi penentu kemenangan PSIS atas PSM.

 

HALO SEMARANG – PSIS berhasil menjadi tim pertama di Liga 1 2019 yang mampu membawa poin dari Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Rabu (11/9/2019). Tak hanya satu poin, kemenangan 0-1 Hari Nur dan kawan-kawan atas rumah PSM Makassar, menjadi pemutus rekor selalu menang tim tuan rumah saat bertanding di depan pendukungnya sendiri.

Satu-satunya gol yang tercipta di laga itu dilesakkan Heru Setyawan “Etoo” pada menit ke-63.

Memanfaatkan blunder yang dilakukan Aaron Evans yang terlambat membuang bola di area penalti, tendangan keras Heru Setyawan tak mampu ditahan kiper PSM, Rivky Deython Mokodompit.

Atas kemenangan tersebut, membuat PSIS merangsek ke posisi 11 klasemen sementara LIga 1 2019 dengan 19 poin. Sementara kekalahan yang diderita PSM, menjadi kekalahan pertama klub asal Makassar tersebut di kandangnya sendiri. Padahal sebelumnya, pada Liga 1 musim ini PSM mampu menyapu bersih tujuh laga kandang yang telah mereka jalani sebelumnya dengan kemenangan.

PSM menjadi salah satu dari dua tim yang selalu meraih hasil sempurna selain Bali United, yang kini menempati posisi pertama klasemen Liga 1.
Dari jalannya laga, kedua tim silih berganti melakukan serangan sejak menit-awal. Meski bermain sebagai tim tamu, PSIS berani meladeni permainan terbuka tim tuan rumah.

Bahkan pada babak pertama, PSIS lebih banyak mendapat peluang-peluang berbahaya memanfaatkan skema serangan balik.

Sementara itu tuan rumah yang sejak awal laga mengincar gol ke gawang PSIS, tidak mampun memberikan tekanan berarti akibat kokohnya lini pertahanan PSIS. Strategi yang dijalankan PSIS dengan mematikan gerakan Wiljan Pluim sepertinya cukup berhasil. Gelandang asal Belanda yang menjadi motor serangan PSM ini selalu mendapatkan pengawalan ketat dari pemain di lini tengah PSIS. Dengan strategi itu, nyaris lini depan PSM tak memperoleh suplay bola pada babak pertama. Hingga turun minum, skor 0-0 masih bertahan.

Memasuki babak kedua, PSM sedikit mengubah permainan dengan lebih banyak mengalirkan bola dari sisi sayap dan mengalirkan bola dengan satu dua sentuhan. Namun ketatnya penjagaan lini belakang PSIS, yang dikawal Wallece Costa membuat Amido Baldé dan Zulham Zamrun seakan tak memiliki ruang untuk membuat tekanan ke gawang tim tamu.

Sebaliknya, strategi serangan balik yang diterapkan PSIS ternyata berhasil membuat gangguan di lini belakang tuan tumah. Puncaknya terjadi pada menit 63 babak kedua. Bek PSM, Aaron Evans melakukan blunder lantaran terlambat membuang bola di area penalti. Bola buangan membentur kaki pemain PSIS, Hari Nur dan membuat arah bola menuju Heru.

Tak menyiakan kesempatan, dengan tendangan kerasnya Heru menceploskan bola ke gawang PSM.

Skor pun berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan PSIS. Setelah gol tersebut, kubu tuan rumah berusaha menyamakan kedudukan. Pelatih PSM, Darije Kalezić mengubah strategi dengan hanya menempatkan tiga pemain belakang dan memperbanya pemain di lini depan. Hasilnya permainan mereka lebih terbuka, dan membuat beberapa peluang tercipta baik di depan gawang PSM maupun PSIS.

Beberapa kali Wiljan Pluim dan kawan-kawan mampu mengancam gawang PSIS yang dijaga Jandia Eka Putra. Sebaliknya, lewat skema serangan balik PSIS, Septian David maulana dan Hari Nur juga beberapa kali mengancam gawang PSM.

Namun hingga peluit babak kedua dibunyikan, tak ada gol yang tercipta dan skor tetap bertahan untuk kemenangan PSIS, 0-1.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang