Kemenag Matangkan Peta Jalan Kemandirian Pesantren

Focuss Group Discussion (FGD) Kelompok Kerja Kemandirian Pesantren, di Bogor. FGD berlangsung tiga hari, berakhir Jumat (12/3). (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag, memfinalisasi kerangka rencana Peta Jalan Kemandirian Pesantren (PJKP).

Hal tersebut dibahas bersama dalam Focuss Group Discussion (FGD) Kelompok Kerja Kemandirian Pesantren, di Bogor. FGD berlangsung tiga hari, berakhir Jumat (12/3).

Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghafur, mengatakan PJKP disusun sebagai amanat UU No 18 tahun 2019 tentang Pesantren. Salah satu fungsi pesantren adalah pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, peta jalan kemandirian pesantren ini, ditargetkan selesai akhir Maret 2021. Sebab awal April ini, Menteri Agama Yaqut Cholil Choumas akan melaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

“PJKP ini digelar sebagai implementasi fungsi pesantren, sebagai pemberdayaan masyarakat. Kami merencanakan selesai akhir Maret, dan awal April sudah disampaikan ke Presiden melalui Pak Menteri,” kata Waryono di Bogor, Rabu (10/3).

Dirjen Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdani yang hadir secara virtual, mengatakan pesantren harus terlibat dan berperan aktif dalam penguatan ekonomi.

Banyak bisnis yang bisa digeluti pesantren, antara lain: halal food, halal style, termasuk pada sektor seni, seperti gambus, kaligrafi, dan seni lainnya yang juga memiliki nilai jual.

“Pesantren harus terlibat aktif menguatkan potensi ekonominya. Banyak varian bisnis yang bisa dikembangkan santri, Halal Food, Halal Style, kemudian pada sektor seni misalnya, seni Kaligrafi, Seni musik Islami dan lainnya,” tutur Ramdhani.

FGD PJKP yang difasilitasi Koordinator Nasional Gusdurian Alissa Wahid ini, diawali dengan review bahan PJKP, kompilasi bahan, diskusi pendalaman, evaluasi pendalaman, dan diakhiri dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut.

Hadir dalam acara tersebut,  Asdep Ekonomi Syariah dan Keuangan Inklusi Kemenko Perekonomian, Erdiriyo,  Kasubdit Pendidikan Pesantren, Basnang Said, Staf Khusus Menag Yaqut, Nuruzzaman, dan Wibowo Prasetyo, Ketua Pokja PJKP Hasanudin Ali, Ketua RMI PBNU, Abdul Ghaffarrozin, Perwakilan Bank Indonesia, Haryono dan Yunita, serta enterpreuner dan akademisi. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.