in

Kemenag – LWP PBNU Sinergi Tingkatkan Literasi, Sertifikasi, dan Optimalisasi Wakaf

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Waryono Abdul Ghafur. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Agama bekerja sama dengan Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) PBNU, menggelar acara meningkatkan Literasi dan Inklusi Wakaf, di sembilan lokasi di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Lampung, secara simultan, 7 Maret – 2 April.

Kabupaten Karawang, Jawa Barat menjadi lokasi pertama gelaran Literasi dan Inklusi Wakaf.

Acara ini berlangsung secara hybrid, diikuti 150 peserta dari kader NU dan masyarakat umum.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan sinergi pihaknya dengan LWP PBNU, menjadi bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan literasi wakaf, khususnya kepada pengurus NU.

Menurutnya, ada empat hal yang ingin dicapai dari kegiatan ini.

“Pertama, agar wakaf di PBNU menjadi life style. Karena jika wakaf dikelola secara produktif, itu dapat membiayai operasional gerakan NU yang membutuhkan energi besar dalam menjaga bumi,” ujar Waryono, belum lama ini seperti dirilis kemenag.go.id.

Kedua, tahun 2024 Kemenag memiliki target bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mensertifikasi 30 ribu tanah wakaf di Indonesia.

“Kami mohon kepada PBNU, jika masih ada tanah wakaf yang belum bersertifikat, untuk segera di data dan disampaikan kepada Kementerian Agama, agar segera diusulkan untuk mendapatkan sertifikasi tanah wakafnya tentu melalui Akta Ikrar Wakaf (AIW) dulu,” sebutnya.

Ketiga, agar LWP PBNU segera memprofiling nazhir-nazhir yang ada. Sebab, wakaf produktif sangat tergantung kepada nazhir. Jika nazhir tidak professional maka akan sulit untuk bisa mengembangkan tanah wakafnya secara produktif.

“Kemenag akan melakukan pelatihan atau sekolah untuk meningkatkan profesionalisme para nazhir,” ucap Waryono.

Keempat, potensi wakaf uang di Indonesia mencapai 180 triliun, tetapi realisasinya baru mencapai 2,3 triliun. Ini merupakan tugas bersama untuk mengoptimalkan pengumpulan potensi wakaf uang di Indonesia.

“Kegiatan literasi wakaf diharapkan mampu meningkatkan pengumpulan wakaf uang di Indonesia,” tegasnya.

“Mari kita bersama-sama menjadikan wakaf sebagai kerja-kerja profesional dan produkti. Semoga sinergi antara Kemenag dengan LWP PBNU memberikan dampak positif terhadap literasi wakaf di Indonesia,” lanjutnya.

Ketua LWP PBNU, Mardini menyampaikan, asset wakaf yang dimiliki NU sangat besar.

Berdasarkan SIWAKNU, tercatat ada 9,6 juta M2 tanah wakaf milik NU. Namun, saat ini belum semuanya dikelola secara produktif, padahal potensinya sangat besar.

“Jika ada 100 juta warga Nahdiyyin yang setiap bulan berwakaf uang minimal Rp10.000, maka dana yang terkumpul mencapai 1 T per bulan,” paparnya.

Potensi yang sangat besar ini belum terealisasi sepenuhnya. Untuk itu, perlu dilakukan penguatan literasi wakaf secara massif untuk warga NU, agar potensi yang ada dapat tercapai.

“Kami terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Kementerian Agama yang memiliki visi dan misi yang sama untuk pengembangan wakaf di Indonesia,” tandasnya. (HS-08)

Panpel Kesulitan Cari Stadion Jelang Laga PSIS vs Persis

Bahas Percepatan Pemasangan Chattra Borobudur, Ditjen Bimas Buddha Undang Pakar