in

Kemenag Gelar Festival Rampak Bedug dan Shalawat 2023

Direktur Penais Ahmad Zayadi, membuka acara Festival Rampak Bedug dan Shalawat 2023, di Plaza Aspirasi KP3B Kota Serang, Banten, baru-baru ini. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Direktorat Penerangan Agama Islam (Dit Penais) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kemenag, menggelar Festival Rampak Bedug dan Shalawat 2023, di Plaza Aspirasi KP3B Kota Serang, Banten, baru-baru ini.

Giat ini digelar hasil kerja sama Direktorat Penais dengan Kanwil Kemenag Provinsi Banten.

Direktur Penais Ahmad Zayadi, saat membuka acara, menyampaikan bahwa entitas NKRI sangat beragam.

Indonesia memiliki keanekaragaman yang sangat luar biasa, antara lain keanekaragaman etnik, budaya, bahasa, bahkan agama.

“Ini sunnatullah-nya Indonesia. Tetapi kita bersyukur bahwa para pendahulu telah mengamalkan dan mendakwahkan ajaran agama dengan baik, sehingga lahirlah negara ini dengan artikulasi keagamaan yang moderat, salah satunya melalui pendekatan budaya ini. Oleh karenanya, rampak bedug harus dilestarikan,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.

Karena berkah moderasi beragama yang ditunjukkan para pendahulu, lanjut Ahmad Zayadi, menjadikan bangsa ini bersatu.

Kabag TU Kanwil Kemenag Banten, Idris Jamroni mewakili Kakanwil Kemenag Banten, dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini dimaksudkan agar relasi agama, seni, dan budaya bisa bersinergi sehingga dakwah umat Islam sejalan dengan yang dicontohkan oleh para Walisongo terdahulu.

“Oleh sebab itu, Dit Penais dan kami ingin penerangan dakwah Islam dilakukan melalui melalui mekanisme seni budaya. Pada dasarnya dakwah agama memang harus diimbangi dengan upaya menyenangkan dan membahagiakan umat,” ujarnya.

Idris mengatakan bahwa Rampak Bedug merupakan budaya asli Banten. Biasanya, tradisi ini ditampilkan menjelang bulan suci Ramadhan, Idul Fitri, dan acara keagamaannya lainnya. Ia juga menegaskan bahwa festival shalawat juga penting.

Secara khusus, Idris menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Banten yang telah memfasilitasi kegiatan.

Ia menyatakan bahwa hasil Festival Rampak Bedug dan Shalawat ini akan ditampilkan di event nasional pada Festival Muharram 2023 dan event MTQ tingkat Provinsi Banten pada 25 Juli 2023 mendatang.

“Para juara selain mendapat tropi dan piagam, juga diberikan dana pembinaan. Untuk juara I Rp 25 juta, juara II Rp 20 juta, dan juara III Rp 15 juta. Sementara juara harapan I Rp10 juta, juara harapan II Rp7 juta, juara harapan IIII Rp5 juta. Ada juga juara favorit Rp3 juta,” kata Idris.

Kepala Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Provinsi Banten, Al-Hamidi, mewakili Plt Gubernur Banten, mengatakan bahwa Banten merupakan daerah dengan 221 tempat objek wisata religi yang tersebar di 8 kab/kota di wilayah barat Pulau Jawa ini.

“Rampak Bedug Provinsi Banten pernah menjadi juara internasional. Karenanya Pemerintah Provinsi Banten menyambut baik festival ini guna membangun masyarakat cerdas, mandiri, dan kreatif. Ini tugas kita bersama untuk melestarikan,” tandas Alhamidi.​​​​​​​

Pembukaan Festival Rampak Bedug dan Shalawat 2023 dimeriahkan oleh penampilan berbagai kreativitas siswa, antara lain tari tradisional para siswa MAN 2 Pandeglang, paduan suara MTsN 1 Pandeglang dengan dirigen ibu guru Shofwatul Inayah.

Acara semakin syahdu dengan penampilan qari cilik berlevel internasional, Zamzam Aldabiri (12), yang memperoleh juara 3 pada kejuaraan MTQ Internasional di Qatar.

Dalam pembukaan, hadir juga Ketua Harian LPTQ Provinsi Banten Sholeh Hidayat, Ketua Umum MUI Provinsi Banten KH Tb Hamdi Maani, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Banten Mahmudi, Kabid Penerangan Agama Islam Kanwil Kemenag Banten Mashudi, unsur Forkopimda, dan Kepala Madrasah Negeri se-Provinsi Banten. (HS-08)

Gelar Bulan Bakti Presisi, Polri Perbaiki 2.170 Rumah Ibadah

Kapolres Salatiga Gelar Lomba Menyanyi Komunitas Difabel Di Pendopo Polres Salatiga