Kemenag dan UIN Jogja Kembangkan Desa Moderasi Beragama

Sekjen Kemenag, Nizar Ali dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Al Makin, dalam penandatanganan kerja sama desa moderasi beragama di ruang Rektorat lantai 2, jalan Adi Sucipto, Yogyakarta. (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Agama (Kemenag) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, menjalin kerja sama, terkait penguatan dan pengembangan desa moderasi beragama.

Penandatanganan naskah kerja sama, dilaksanakan oleh Sekjen Kemenag, Nizar Ali dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Al Makin, di ruang Rektorat lantai 2, jalan Adi Sucipto, Yogyakarta, Sabtu (27/3).

Ada enam poin kesepakatan, salah satunya adalah pengembangan desa moderasi beragama dan sadar kerukunan, melalui pengarusutamaan moderasi beragama dan kerukunan umat beragama.

Selain itu, kedua pihak juga bersepakat untuk bersinergi dalam penyusunan modul implementasi penguatan moderasi beragama, serta penyelengaraan workshop, seminar, Training of Trainer (ToT) dan live in lintas agama.

Hal lainnya adalah penyelenggaraan promosi pekan moderasi beragama, serta penyusunan kurikulum, silabus dan teks keagamaan di sekolah terkait moderasi beragama.

Poin kesepakatan terakhir adalah penyelenggaraan program dan kegiatan lainnya yang terkait dengan penguatan moderasi beragama dan kerukunan umat beragama.

Nizar Ali yang juga merupakan guru besar UIN Sunan Kalijaga, menyampaikan bahwa Sekretariat Jenderal harus menggandeng Perguruan Tinggi dalam penguatan moderasi beragama.

“Seperti halnya hari ini, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bisa menjadi role model dalam implementasi penguatan moderasi beragama. Di sini banyak akademisi berkompeten,” ujar Nizar, seperti dirilis Kemenag.go.id.

Menurutnya, ada empat indikator moderasi beragama yang terus dikampanyekan Kemenag, yakni: komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan, serta akomodatif terhadap budaya lokal.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Al Makin menyampaikan terimakasih atas kepercayaan Sekjen untuk menjalin sinergi dengan UIN Yogyakarta.

“Kami siap melaksanakan arahan dan amanah yang diberikan, bimbingan dan arahan Pak Sekjen selalu kami butuhkan,” tambah Al Makin.

Al Makin menjelaskan bahwa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saat ini memiliki 70 Program Studi (Prodi) dan sebanyak 43 Prodi sudah bernilai A.

“Sudah lama rasanya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta belum lagi mendapat bantuan. Sekarang layak untuk dibantu, dalam pengembangan kampus kita,” kata Al Makin.

Tampak hadir dalam acara pendatanganan kesepahaman ini, Wakil Rektor dan para jajaran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan menerapkan Protokol Kesehatan. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.