in

Kemenag Buka Pendaftaran Bantuan Litapdimas 2022

Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani. (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, kembali membuka pendaftaran untuk mendapatkan bantuan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat (Litapdimas) tahun 2022. Pendaftaran program bantuan ini, dibuka mulai 20 September hingga 11 Oktober 2021.

Civitas Academica Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang ingin mengajukan bantuan, bisa mendaftar melalui aplikasi yang diakses melalui https://litapdimas.kemenag.go.id.

Dirjen Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, menyatakan bahwa litapdimas merupakan substansi dari perguruan tinggi. Litapdimas menjadi barometer keunggulan sebuah perguruan tinggi.

Bahkan, reputasi sebuah perguruan tinggi, sangat tergantung dari produktivitas civitas academika di bidang riset, publikasi, dan pengabdian masyarakat yang dihasilkannya.

“Jika para dosennya aktif di bidang penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat, saya yakin betul, muru’ah perguruan tinggi juga akan sangat baik,” ungkap Ali Ramdhani di Jakarta, Senin (20/9), seperti dirilis Kemenag.go.id.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Suyitno menyatakan bahwa bantuan litapdimas sekarang dilakukan dengan beberapa kelebihan. Pertama, dengan pola manajemen H-1, yakni proses seleksi bantuan tahun anggaran 2022 akan dilakukan di tahun 2021.

“Hal ini untuk memberi kesempatan kepada penerima bantuan, agar cukup waktu menyelenggarakan riset dan program pengabdian terbaiknya,” kata Suyitno.

Kedua, sesuai Permenkeu Nomor 203/PMK.05/2020 tentang Tatacara Pembayaran dan Pertanggungjawaban Anggaran Penelitian atas Beban APBN, para penerima bantuan riset akan fokus pada keluaran atau output penelitian. Sehingga, mereka tidak lagi disibukkan dengan administrasi detail pertanggungjawaban keuangannya.

Adapun ketiga, pelaksanaan bantuan dilakukan secara paperless (softcopy), dengan menggunakan aplikasi Litapdimas. “Aplikasi ini dihadirkan untuk memperluas dan mempermudah akses, sekaligus merekam atas semua rangkaian proses bantuan dan mengintegrasikan data,” kata Suyitno, yang merupakan guru besar UIN Raden Fatah, Palembang itu.

Koordinator Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi, menyampaikan bantuan Litapdimas 2022 terdiri atas 10 klaster penelitian berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) dan 16 klaster bantuan litapdimas.

Untuk bantuan penelitian berbasis SBK, terdiri atas Klaster Penelitian Pembinaan/Kapasitas, dengan nilai bantuan maksimal Rp 20 juta.

Selain itu juga Klaster Riset Dasar Teoritis, yang terdiri atas klaster Penelitian Dasar Program Studi dan Penelitian Dasar Interdisipliner, dengan nilai bantuan masing-masing maksimal Rp 40 juta.

Untuk Klaster Riset Terapan Bidang Fokus Sosial Humaniora, Seni Budaya, dan Pendidikan Desk Studi Luar Negeri, mendapat bantuan masing-masing maksimal Rp150 juta. Klaster tersebut terdiri atas Penelitian Terapan Global / Internasional, Penelitian Terapan Kajian Strategis Nasional, dan Penelitian Terapan Pengembangan Nasional;

Untuk Klaster Riset Pengembangan Bidang Fokus Sosial Humaniora, Seni Budaya dan Pendidikan, mendapatkan bantuan maksimal bervariasi Rp 100 juta hingga Rp 200 juta.

Klaster tersebut terdiri atas Penelitian Kolaborasi Antarperguruan Tinggi (nilai bantuan maksimal Rp100 juta), Penelitian Kolaborasi Internasional (nilai bantuan maksimal Rp 200 juta, dan Penelitian Tahun Jamak atau Multiyears (nilai bantuan maksimal Rp 200juta.

Untuk jenis Kajian Aktual Strategis, yang terdiri atas klaster Penelitian Pengembangan Pendidikan Tinggi, mendapatkan bantuan maksimal Rp 60 juta.

Lebih lanjut dikatakan, untuk bantuan litapdimas terdiri atas Bantuan Kegiatan Pendukung Mutu Penelitian, yang terdiri atas Sabbatical Leave Luar Negeri, Sabbatical Leave Dalam Negeri (Professor Exchange), dan  Short Course Overseas Research Methodology.

Selain itu ada pula bantuan Publikasi Ilmiah, terdiri atas Short Course Overseras Academic Skill Writing, dan bantuan Pengabdian Kepada Masyarakat. Untuk bantuan pengabdian masyarakat ini, terdiri atas Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Internasional; Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Moderasi Beragama;  Pendampingan atau Pemberdayaan Masyarakat di Daerah 3T, Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset Unggulan Nasional, dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Program Studi.

Selain itu juga ada Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis komunitas, Pengabdian Masyarakat Berbasis Metodologi  Kemitaraan Universitas Masyarakat (KUM), Pengabdian Masyarakat Berbasis Pesantren dan Madrasah, Pemberdayaan atau Pendampingan Masyakarat Berbasis Lembaga Keagamaan dan atau Lembaga Pemasyarakatan, Stimulan Pendampingan Komunitas Kolaborasi antarlembaga, Peningkatan Kapasitas Pengabdian kepada Masyarakat, dan Short Course Overseas Community Development.

“Ketentuan lebih lanjut mengenai bantuan ini diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4743 tentang Petunjuk Teknis Program Bantuan Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Tahun Anggaran 2022 dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4744 tentang Petunjuk Teknis Program Bantuan Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Tahun Anggaran 2022,” kata Suwendi. (HS-08)

Share This

964 Warga Ikuti Vaksinasi Massal Merdeka Candi Polres Pati

Hari Pertama Operasi Patuh Candi 2021, Polisi di Purbalingga Bagi-bagi Masker