Kemenag Berencana Gelar Bahtsul Masail Haji, Bahas Protokol Kesehatan, Arbain, hingga Tarwiyah

Plt Dirjen PHU Khoirizi H Dasir. (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG– Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, akan menggelar bahtsul masail, membahas manasik haji di masa pandemi, pertengahan Ramadan nanti.

Plt Dirjen PHU Khoirizi H Dasir, mengatakan bahtsul masail akan membahas sejumlah persoalan manasik dalam konteks penyelenggaraan haji di masa pandemi.

Menurutnya, kondisi pandemi meniscayakan adanya pembatasan dan penerapan protokol kesehatan. Kondisi ini akan dikaji dan dibahas bersama dalam perspektif fikih manasik haji.

“Bahasan bahtsul masail, antara lain terkait penerapan protokol kesehatan, mulai dari masker, keharusan menjaga jarak, dan protokol lainnya. Juga membahas arbain, tarwiyah, mabit, dan sebagainya,” ujar Khoirizi, seperti dirilis Kemenag.go.id, Rabu (7/4).

“Ini harus disepakati bersama oleh para ulama agar bisa dipahami dan dijadikan panduan manasik di masa pandemi oleh jemaah,” sambungnya.

Khoirizi memastikan forum bahtsul masail, akan melibatkan ormas Islam, MUI, NU, Muhammadiyah, dan lainnya. Akan terlibat juga, asosiasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), penyelenggara ibadah umrah dan haji khusus, serta akademisi dan pemerhati penyelenggaraan haji.

“Hasil bahtsul masail, akan menjadi acuan dalam menyusun panduan manasik di masa pandemi. Panduan ini nantinya akan segera didistribusikan ke jemaah,” tuturnya.

Khoirizi menambahkan, meski mitigasi dan persiapan terus dilakukan, kepastian keberangkatan haji masih menunggu keputusan Saudi. Apapun keputusan Saudi, Plt Dirjen berharap jemaah dan semua pihak bisa menerimanya. Sebab, karena pandemi, keputusan itu tentunya didasarkan pada pertimbangan kesehatan dan keselamatan jemaah.

Kalaupun ada kepastian keberangkatan, Khoirizi berharap jemaah bisa melakukan persiapan dengan baik, khususnya terkait aspek istitha’ah, baik ibadah maupun kesehatan. Haji di masa pandemi menuntut kemandirian sehingga jemaah perlu mengukur diri sejak awal.

“Sebagai bagian persiapan, para jemaah diharapkan juga bisa mengukur diri terkait kemampuannya berangkat haji di masa pandemi, mengingat seleruh prosesi ibadah diatur dengan ketat oleh protokol kesehatan,” tandasnya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.