in

Kembali ke Masyarakat, Hafiz Diminta Amalkan Ilmunya

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dalam acara “Wisuda Santri dan Peringatan Nuzulul Qur’an” di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Qur’an, Buaran Kota Pekalongan. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Setelah kembali ke masyarakat, para hafiz atau penghafal Al-Qur’an, harus mampu memahami dan mengamalkan apa yang ada dalam Al-Qur’an.

Harapan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat memberikan sambutan pada acara “Wisuda Santri dan Peringatan Nuzulul Qur’an” di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Qur’an, Buaran Kota Pekalongan.

Gus Yasin, sapaan Wagub, mengingatkan para santri agar mereka giat mengamalkan ilmunya di masyarakat. Hal ini bukan hanya membantu orang lain dan mendapatkan pahala, tetapi juga membantu diri sendiri agar lebih cepat dalam mengingat ilmu yang telah didapat.

Gus Yasin mengumpamakan seperti kerja komputer, yang jika lama tidak dibuka atau dioperasikan, maka proses loading akan memakan waktu lama.

“Ketika kembali ke masyarakat, para hafiz diperintahkan tidak hanya belajar tetapi juga mengajarkan. Kalau kita umpamakan dengan komputer, jika lama tidak dioperasikan maka saat masuk program atau perangkat lunak loading-nya lama,” kata Wagub, seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Dia menjelaskan, para ulama termasuk KH Maimoen Zubair, menyatakan hafal Al-Qur’an saja itu belum selesai. Hafiz yang paripurna adalah hafiz yang mampu mempelajari serta memahami semua yang ada pada Al-Qur’an. Antara lain menyangkut tafsir dan ilmu-ilmu yang lain.

Gus Yasin mewanti-wanti para hafiz agar jangan hanya berhenti sebagai menghafal Al-Qur’an. Mereka harus bisa mengimplementasikan, termasuk dalam menjaga akhlak.  Ketika mendapatkan undangan qiroah atau khataman Al-Qur’an, para hafiz harus tawadhu, bersungguh-sungguh dalam mengamalkan Al-Qur’an.

Senada dengan Gus Yasin, Wali Kota Pekalongan sekaligus pengurus Ponpes Al-Qur’an Buaran, Afzan Arslan Djunaid berharap, semua santri di pondoknya, yang sebagian besar berasal dari berbagai daerah, setelah diwisuda harus dapat mengamalkan ilmunya di daerah masing masing.

“Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bukan hanya dari Pulau Jawa, namun juga dari luar Jawa, bahkan Papua pun ada. Harapannya, setelah kembali ke daerah masing-masing mereka dapat mengamalkan ilmu yang selama ini dipelajari ponpes,” pintanya.

Afzan menyebutkan, total wisudawan tahun 2021 ini mencapai 162 santri. Terdiri dari khataman bil ghaib 30 juz tercatat 15 santri, bil nadhor 15 santri, dan Juz Amma bil ghaib berjumlah 132 santri.

Menurutnya, meskipun pada 2020 kegiatan belajar mengajar ponpes belum berjalan secara normal, namun santri bisa belajar dengan baik. Banyaknya santri yang lulus adalah bukti proses belajar tetap berjalan, sehingga wisuda tahun ini tetap berjalan dengan baik.

“Kondisi ini menandakan para pengajar dan pengasuh ponpes, mampu melaksanakan tugasnya dengan sangat luar biasa,” pujinya.

Pada kesempatan itu Gus Yasin juga menyerahkan hadiah Rp1 juta kepada 15 hafidz yang telah mampu menghapal 30 juz. (HS-08)

Program 100 Hari Kerja Kapolri, Satgas Mafia Tanah Berhasil Rampungkan 37 Kasus

Gus Yasin Beri Bantuan 100 Warga Kurang Mampu di Kota Pekalongan