in

Kemabruran Haji Jadi Orientasi Utama, Ini Tiga Tandanya

Juru Bicara PPIH Pusat Akhmad Fauzin. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menjadi haji mabrur adalah orientasi utama dari seluruh proses haji seorang muslim.

Di antara tanda kemabruran seorang yang telah menunaikan ibadah haji, yaitu pertama, menghiasi diri dengan amal kebaikan.

Terkait tanda pertama ini, Juru bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat, Akhmad Fauzin, mengutip Al-Qur’an Surat Al-Baqarah : 177.

Dalam keterangan persnya, di Media Center Haji (MCH) Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (14/07/2023), dia mengatakan terdapat enam jenis amal kebaikan dan siapapun yang melaksanakannya berarti telah menyempurnakan kebaikan.

Masing-masing kebaikan tersebut, adalah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, dan nabi; menginfakkan harta yang ia cintai kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, ibn sabil, dan peminta-minta; menegakkan shalat; mengeluarkan zakat; memenuhi janji; dan sabar atas ujian kemiskinan dan kesulitan.

Lebih lanjut Akhmad Fauzin mengatakan untuk tanda kedua adalah berkontribusi dan memiliki kepedulian sosial.

“Kemabruran haji seorang muslim terwujud dalam kepeduliannya dan ringan membantu sesama, menebar salam dan menjadi jalan terwujudnya kedamaian, serta bertutur kata dan berucap yang baik,” kata Fauzin, seperti dirilis kemenag.go.id.

Tanda ketiga, lanjut Fauzin, menjadi teladan dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, mabrur hajinya seorang muslim terwujud dengan memiliki komitmen menjaga keharmonisan hidup di tengah masyarakat, mengaktualisasikan kepatuhan, seperti kepatuhan menjaga larangan ihram.

“Dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga dan masyarakatnya, dan mempertahankan integritas moral yang telah diperoleh selama haji dan diamalkan sepanjang hayat,” ujarnya.

Pada fase kepulangan jemaah, Fauzin menyampaikan, hingga tanggal 13 Juli 2023 pukul 24.00 WIB, untuk gelombang I yang telah tiba di Tanah Air sebanyak 64.149 orang, tergabung dalam 167 kelompok terbang (kloter).

Adapun pada 14 Juli 2023, untuk gelombang I yang diberangkatkan ke Tanah Air dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah berjumlah 6.850 orang atau 18 kloter.

Ia mengungkapkan, rencana keberangkatan jemaah dan petugas dari Tanah Suci ke Tanah Air besok, 15 Juli 2023 berjumlah 7.391 orang atau 19 kloter dengan rincian sebagai berikut :

  1. Debarkasi Solo (SOC) 31 sebanyak 360 orang
  2. Debarkasi Banjarmasin (BDJ) 5 sebanyak 328 orang
  3. Debarkasi Palembang (PLM) 8 sebanyak 360 orang
  4. Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) 32 sebanyak 393 orang
  5. Debarkasi Solo (SOC) 32 sebanyak 360 orang
  6. Debarkasi Makassar (UPG) 15 sebanyak 393 orang
  7. Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) 33 sebanyak 480 orang
  8. Debarkasi Surabaya (SUB) 25 sebanyak 450 orang
  9. Debarkasi Surabaya (SUB) 26 sebanyak 400 orang
  10. Debarkasi Surabaya (SUB) 27 sebanyak 450 orang
  11. Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) 33 sebanyak 393 orang
  12. Debarkasi Surabaya (SUB) 28 sebanyak 450 orang
  13. Debarkasi Balikpapan (BPN) 7 sebanyak 299 orang
  14. Debarkasi Batam (BTH) 16 sebanyak 374 orang
  15. Debarkasi Solo (SOC) 33 sebanyak 380 orang
  16. Debarkasi Medan (KNO) 12 sebanyak 360 orang
  17. Debarkasi Kertajati (KJT) 7 sebanyak 374 orang
  18. Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) 32 sebanyak 400 orang
  19. Debarkasi Solo (SOC) 34 sebanyak 387 orang

Lanjut dia, kemarin sebanyak 6.986 haji gelombang II yang tergabung dalam 18 kloter diberangkatkan dari Makkah ke Madinah untuk menjalankan Arban.

Adapun untuk yang wafat hingga tanggal 13 Juli 2023 pukul 24.00 WIB sebanyak 600 orang.

“Sementara suhu di Madinah hari ini 30°C s.d. 44°C dan di Makkah berkisar antara 31°C sampai. 42°C,” terang Fauzin. (HS-08)

Serap Aspirasi Masyarakat, Polres Demak Gelar Jumat Curhat

Presiden Jokowi Terima Kunjungan Kwarnas Gerakan Pramuka