in

Keluhkan Sakit, Belasan OTG Covid-19 di Asrama Haji Donohudan Dirujuk ke Rumah Sakit

Mobil catering mengantarkan makanan ke Asrama Haji Donohudan. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Penanggung jawab isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan, terpaksa merujuk belasan pasien Covid-19 ke rumah-rumah sakit terdekat. Hal itu dilakukan karena pasien-pasien tersebut menunjukkan gejala sakit, sehingga harus mendapat perawatan khusus.

Hal itu disampaikan dokter penanggung jawab Asrama Haji Donohudan, dokter Sigit Armunanto. Dia mengatakan, tempat isolasi terpusat Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan, sedianya disediakan pemerintah untuk menampung pasien Covid-19 yang masuk kelompok orang tanpa gejala (OTG).

Tetapi ketika sampai di Donohudan dan dilakukan pemeriksaan, beberapa di antara mereka mengeluhkan gejala berbagai penyakit, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit. Dari 302 pasien yang berasal dari Kudus, ada 12 orang pasien Covid-19 yang harus dirujuk ke RS, di mana salah satunya adalah seorang ibu hamil.

“Seharusnya OTG di sini. Tetapi ternyata banyak yang datang, yang mungkin kelelahan karena perjalanan jauh, atau mungkin ada hal-hal tertentu sehingga terabaikan. Sehingga sampai di sini, mereka dengan keluhan. Ada yang hipertensi, ada yang diabetes melitus, ada yang kondisinya lemah, bahkan ada yang hamil tadi itu,” terang Sigit, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Di jelaskan bahwa keseluruhan jumlah pasien di Asrama Haji Donohudan sampai kemarin ada 482, terdiri atas 190 pasien dari Soloraya dan 302 dari Kudus.

Pasien OTG yang diisolasi di Asrama Haji Donohudan diarahkan untuk melakukan aktifitas, agar segera negatif dari Covid-19. Tetapi karena mengalami keluhan-keluhan, maka harus segera dirujuk ke rumah sakit.

“Kami rujuk ke Moewardi, ke RSJ Solo, atau ke rumah sakit tentara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Asrama Haji Donohudan, Bambang Sumanto, yang saat ini selaku penanggung jawab pengelolaan untuk pasien Covid-19, menjelaskan bahwa kapasitas ruangan di Asrama Haji Donohudan ada 872 tempat tidur.

Adapun untuk tenaga kesehatan yang melayani di Asrama Haji Donohudan, berasal dari RSJD Klaten, RSJD Surakarta, RS Moewardi Surakarta, Balkesmas Klaten, dan Balkesmas Ambarawa. Namun dikarenakan ada penambahan pasien dari Kudus, maka ada penambahan tim kesehatan dari TNI, Polri, dan sukarelawan.

Mengenai keamanan di Asrama Haji Donohudan, Bambang mengatakan, Asrama Haji Donohudan terdapat 14 satpam, yang setiap harinya dibantu oleh aparat TNI dan Polri, sebanyak 10 orang untuk berjaga di pos.

“Alhamdulillah ini banyak back up bantuan untuk keamanan di sini,” ungkapnya.

Mengenai kegiatan yang dilakukan pasien OTG selama menjalani masa karantina di Asrama Haji Donohudan, Bambang menjelaskan bahwa pasien diberikan kegiatan yang positif dari pagi hingga malam hari.

“Pagi hari jam enam kita senamkan, jam tujuh itu makan pagi, nanti jam delapan mulai untuk berjemur sampai siang nanti makan siang. Dan setelah itu dia juga bersih-bersih untuk kamarnya sendiri,” katanya.

Selain itu, disebutkan Bambang, ada juga kegiatan hiburan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Tengah berupa pentas akustik serta disediakan pemutar musik agar pasien tidak merasa jemu.

Disamping itu, para pasien yang dikarantina di Asrama Haji Donohudan akan dimasukkan ke dalam grup ‘SEHATI’, yang mana anggotanya adalah orang yang pernah di karantina di Asrama Haji Donohudan.

“Jadi mereka itu bisa nguda rasa [mencurahkan perasaan] atau apa di grup itu, mungkin ada kekurangan atau sesuatu bisa disitu untuk menyampaikan. Nanti dari petugas kami baik dari medis atau pengelola akan menindaklanjuti,” tandasnya.

Pengendali pengamanan ring tiga isolasi Asrama Haji Donohudan, AKP Cahyono Agus Suryanto menjelaskan, bahwa pada Selasa (8/6) malam lalu tiba enam bus polisi, yang mengangkut 88 pasien. Jumlah tersebut terdiri atas 50 laki-laki dan 38 perempuan. Dengan tambahan itu, total jumlah pasien dari Kudus, sampai Selasa malam sebanyak 304 orang.

“Total dari hari pertama sudah 304,” ujar Cahyono.

Dia memperkirakan bahwa kiriman pasien Covid-19 dari Kudus akan bertambah, seiring dengan gencarnya screening di Kudus. Adapun untuk kapasitas tempat tidur, menurut Cahyono masih mencukupi. Mengenai petugas yang disiagakan di Asrama Haji Donohudan, akan diberlakukan secara sift.

“Untuk petugas disiagakan secara sift, untuk nakes juga cukup, dari Polres, Kodim. Untuk logistik dan dapur umum, disediakan juga,” kata dia. (HS-08)

Share This

Unit Pengendalian Gratifikasi Pembantu Terbaik di Boyolali Dapat Penghargaan

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Kamis (10/6/2021)