in

Keluarga di Kendal Ini, Harus Hidup di Rumah Tak Layak Huni

Rumah keluarga Sri Utami warga Desa Krajan Kulon, Kaliwungu, Kendal saat ambruk dan kondisi malam ini setelah diperbaiki tadi sore, Rabu (13/10/2021).

 

HALO KENDAL – Satu keluarga di Kampung Jambet Sari RT 001 RW 001 Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, terpaksa harus menempati rumah tidak layak huni.

Pasalnya rumah milik Sri Utami (61) selain sebagian bangunan ambruk juga nyaris roboh.

Ironisnya, meski sudah mengajukan bantuan rehab rumah, namun hingga kini belum dapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah.

Dari penelusuran halosemarang.id, Rabu malam (13/10/2021) rumah berukuran panjang 14 meter dan lebar 7 meter ini dihuni oleh Sri Utami bersama kedua anaknya, Eko Supriyanto (40) dan Mas’udah (35), serta cucunya.

Menurut Eko, rumah ibunya ini sebagian bangunan, khususnya pada bagian depan sudah ambruk sejak September lalu akibat terjangan angin kencang disertai hujan.

“Sementara sebagian bangunan lain, tepatnya di ruang tengah dan belakang telah rapuh dimakan usia dan kondisinya mengkhawatirkan,” ungkapnya, Rabu malam (13/10/2021).

Meski bagian yang roboh sudah diperbaiki dengan bantuan kerabatnya, warga Desa Darupono, Kaliwungu Selatan, namun Eko mengaku ibunya selalu merasa was-was.

Ibunya merasa khawatir, karena sewaktu-waktu rumahnya bisa roboh dan mengancam keselamatan jiwa keluarganya.

“Kami tidak bisa berbuat banyak, karena keterbatasan ekonomi. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah maupun pihak lain. Agar rumah kami tidak lagi roboh,” ungkapnya.

Eko juga mengaku, jika kondisi rumah sudah dilaporkan pihak pemerintah desa setempat, namun hingga kini keluarganya belum mendapatkan bantuan untuk merenovasi.

“Sekali lagi kami berharap, ada bantuan dari pemerintah. Karena rumah kami ini sudah tidak layak huni dan berbahaya,” pungkas Eko.(HS)

Share This

Lega Bisa Jual The Magpies

Bupati Blora Dukung Program Electrifying Agriculture PLN Untuk Pedesaan