Keindahan Desain Fashion Busana Wanita dengan Media Digital Painting dan Kain Organdi

Tulisan ini kiriman Wahyu Lucky Pramesthi, Mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Unnes.

Busana karya Kholifah Syabaniyah yang dipamerkan dalam proyek studi Desain Fashion Busana Wanita dengan Media Digital Painting dan Kain Organdi di Galeri 3 Gedung B9 Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.

 

 

BUSANA merupakan salah satu kebutuhan primer bagi masyarakat, selain untuk menutupi aurat, melindungi dari panas matahari dan kotoran, busana juga membuat masyarakat dari berbagai kalangan menjadikannya sebagai identitas diri dalam kehidupan sehari-hari dan situasi tertentu.
Sedangkan fashion pada busana sendiri selalu berubah-ubah mengikuti trend setiap masanya, agar terlihat tidak ketinggalan zaman dan selalu up-to-date setiap harinya.

Pada dasarnya pengguna fashion busana terbanyak adalah wanita. Namun beberapa wanita merasa bahwa dirinya memiliki kekurangan dibanding wanita lain.

Dengan bermaksud menyatukan wanita dengan keanekaragaman budaya, agama, ras, karakter, dan postur tubuh bersatu dalam suasana pesta, menjadi inspirasi Kholifah Syabaniyah dalam pembuatan desain untuk dijadikan sebuah karya seni. Ketertarikan dalam dunia fashion membuat media digital painting dan kain organdi menjadi mediator dalam pembuatan karya.

Pameran proyek studi Desain Fashion Busana Wanita dengan Media Digital Painting dan Kain Organdi dilaksanakan dari tanggal 9 hingga 11 Desember 2019 bertempat di Galeri 3 Gedung B9 Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.

Pengambilan konsep Desain Fashion Busana Wanita dengan Media Digital Printing dan Kain Organdi didasari oleh latar belakang pendidikan Kholifah yang pernah bersekolah di SMK Busana Butik di Jakarta. Dengan ilmu yang diperoleh dari sekolah terdahulu, Kholifah mencoba mengkombinasikan ilmu busana dengan Desain Komunikasi Visual atau yang lebih dikenal dengan DKV yang sedang digeluti.

“Kebetulan juga aku alumni SMK busana butik di Jakarta, jadi aku ingin kombinasikan ilmu yang aku dapat. Dari SMK aku kenal beberapa kain sama tekniknya, di DKV sendiri diajarkan digital painting.” Ujar Kholifah kala ditemui di Galeri 3 Gedung B9 Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang (10/12/2019).

Selain latar belakang yang menjadi pertimbangan pemilihan konsep karya, program studi DKV yang diambil oleh Kholifah sendiri belum ada proyek studi yang menggunakan konsep seperti ini. Sebelum menentukan konsep yang akan diambil, Kholifah sempat memilih branding untuk tugas akhir yang akan dilaksanakan.

Media yang digunakan dalam pembuatan karya adalah organdi, yang memiliki tekstur kaku dan mudah dibentuk membuat kain organdi dinilai cocok digunakan untuk membuat karya seni. Selain itu tujuan yang ingin disampaikan oleh seniman juga dapat diwakilkan oleh organdi lewat warna kain.

Proses pembuatan karya dimulai dari pembuatan desain dengan tema busana wanita yang diarahkan lebih spesifik menjadi busana pesta. Setelah dirasa sudah bisa mewakili apa yang dia ingin sampaikan, maka dilakukan tahap bimbingan kepada dosen pembimbing.

“Dari bimbingan tersebut diterima berupa saran dan persetujuan sehingga desain yang telah dibuat dapat dicetak. Dari tahap pencetakkan desain, berlanjut ke tahap membingkai lalu menjahit kain organdi ke bahan kanvas yang telah dicetak desain digital painting,” katanya.

Kholifah menuturkan, proses pembuatan karya seni sudah sedikit menyulitkan. Kesulitan yang dimaksud adalah penentuan teknik jahit yang akan digunakan untuk menjahit kain organdi pada media kanvas yang sudah dicetak desain digital painting. Teknik jahit ditentukan sebelum pembuatan desain yang akan dicetak. Ditambah bentuk karya dua dimensi yang mengharuskan dirinya menjahit kain organdi secara manual pada cetakan kanvas dengan desain yang sudah dibingkai.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.