Kegiatan Karate Virtual di Pati Bakal Digelar hingga 10 Kali

Bupat mengikuti web seminar keolahrahaan bertema “Inovasi Pembinaan Olahraga Cabang Karate pada Masa Pandemi Covid-19”, di Ruang Pati Command Center. (Foto : patikab.go.id)

 

HALO  SPORT – Pandemi Covid-19 tak menghalangi para pemangku kepentingan bidang olahraga di Kabupaten Pati untuk terus berkarya. Di wilayah itu setidak-tidaknya telah tiga kali digelar kegiatan, yang berkaitan dengan karate. Namun semua kegiatan itu dilakukan secara virtual alias online.

Hal itu terungkap dalam Web Seminar (Webinar) Keolahragaan dengan tema “Inovasi Pembinaan Olahraga Cabang Karate pada Masa Pandemi Covid-19”, Sabtu (10/10) di Ruang Pati Command Center. Kegiatan yang dilakukan secara virtual ini, selain diikuti oleh Bupati Pati Haryanto, juga Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati (Dinporapar), Ketua Umum KONI Kabupaten Pati, dan para peserta webinar.

Kegiatan ini dilaksanakan guna memberikan pembinaan dan motivasi untuk para stakeholder terkait. Selain itu juga untuk menghindari pertemuan tatap muka, supaya tidak menimbulkan klaster baru.

Dalam kesempatan itu, Bupati Haryanto memberikan motivasi kepada atlet dan para pecinta olahraga agar di saat pandemi ini tidak larut begitu saja dan sepi atau kosong dari aktivitas.

Menurutnya metode seperti webinar, vidcon atau virtual masih bisa mendukung para olahragawan untuk tetap berkarya. ”Meskipun jika lewat virtual hanya sebatas gerakan-gerakan, tapi paling tidak sudah bisa mengobati kerinduan para atlet”, ujar Haryanto.

Itulah mengapa Bupati memberikan izin Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata untuk bisa mengadakan kegiatan olahraga secara virtual.

“Ini berlaku juga untuk seluruh program kesenian dan pariwisata. Jika tidak bisa  melaksanakan kegiatan tatap muka, maka kita harus cari cara melaksanakan kegiatan secara virtual, yakni dengan cara-cara yang tidak menimbulkan risiko tinggi”, lanjutnya.

Sejauh ini, imbuh Haryanto, kegiatan karate secara virtual sudah berjalan sebanyak tiga kali, dan akan terus dilaksanakan sampai sepuluh kali pertemuan virtual. Ia pun menegaskan bahwa segala bentuk pembatasan aktivitas tatap muka bertujuan untuk mengatur tatanan normal baru yang mengacu pada protokol kesehatan.

“Jika seluruh masyarakat taat pada protokol kesehatan, kita akan akan lebih cepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19”, lanjutnya.

Pada akhir Webinar, Bupati berharap seluruh kegiatan olahraga bisa segera kembali normal dan bebas diselenggarakan seperti sedia kala.

Ia pun memberikan saran kepada para kawula muda untuk menjadikan karate ataupun cabang olahraga lainnya sebagai kegiatan untuk mencetak prestasi, baik untuk diri sendiri maupun guna membawa nama baik daerah.

“Jangan sampai cabang-cabang olahraga menjadi ajang untuk saling adu fisik atau atau uji kekuatan yang justru mencemari nama baik organisasi”, pungkasnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.