Kedisiplinan Turun, Penularan Covid-19 Masih di Atas 5.000

Para petugas melakukan tes antigen di rest area jalan tol di Rest Area 429 di Kabupaten Semarang, Kamis (24/12). (Foto : Dok)

 

HALO SEMARANG – Angka positif harian yang masih lebih dari 5.000, diduga akibat kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan 3 M, yakni memakai masker, mencui tangan menggunakan sabun, dan menjaga jarak sudah mulai kendur.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo, seperti yang dirilis  Indonesia.go.id, Minggu (27/12) memberi contoh, menurut data 19 Desember 2020 lalu, kasus positif harian bertambah 7.751 kasus. Dengan  penambahan itu total kasus positif menjadi 657.948 kasus.

Adapun pada 26 Desember 2020, angka kasus harian masih 6.740 kasus. Dengan angka itu, total jumlah kasus positif mencapai 706.837 kasus.

Dia menduga, jumlah angka positif harian yang masih tinggi tersebut, antara lain disebabkan karena penurunan tingkat kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan 3M.

“Tingkat disiplin masyarakat di hampir semua daerah mengalami penurunan,” kata Doni Monardo, beberapa waktu lalu.

Doni memaparkan, pada awal November lalu, tingkat kepatuhan memakai masker ada di kisaran 86,18 persen, namun pada minggu-minggu selanjutnya mengalami penurunan.

Sebenarnya kepatuhan masyarakat mengenakan masker pernah naik menjadi 81,65 persen, namun kemudian turun lagi menjadi 80,48 persen pada 24 Desember 2020.

Sementara tingkat kepatuhan menjaga jarak yang pada awal November ada di angka 81,87 persen, turun drastis menjadi 76,87 persen pada 24 Desember 2020.

“Pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Perlu gerakan masif melibatkan semua komponen masyarakat, terutama tokoh-tokoh nonformal yang dapat memberi pengaruh langsung ke masyarakat,” ujar Doni.

Jika semua pihak bekerja, Doni optimistis Indonesia akan melewati pandemi Covid-19 dengan baik. Contohnya di Jawa Timur. Di daerah ini di mana angka kasus penularan virus corona tipe baru sangat tinggi sehingga semua daerah di provinsi tersebut berstatus merah, namun kerja keras bersama pimpinan provinsi, kabupaten, dan kota dibantu oleh relawan membuat angka kasus positif turun luar biasa di awal November lalu.

“Sebenarnya kalau kita sungguh-sungguh ingin kurangi kasus kuncinya hanya satu, disiplin, patuh pada protokol kesehatan,” kata Doni.

Presiden Joko Widodo, ujar Doni, juga telah mengingatkan tidak ada jaminan jika vaksin Covid-19 sudah ada semua bisa terhindar dari penyakit ini.

“Kami tidak ingin masyarakat kendor, karena sudah sembilan bulan dan dua minggu setelah 13 Maret ditetapkan kondisi kekarantinaan nasional. Ada 16 provinsi alami kenaikkan kasus, dan 18 provinsi kasus menurun, sedangkan di Jawa kebanyakan meningkat,” kata Doni.

Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito, berdasarkan hasil studi Yilmazkuday tahun 2020 menyebutkan, untuk menurunkan angka kasus positif dan kematian, maka minimal 75 persen populasi harus patuh menggunakan masker.

Menurut Wiku, lokasi kerumunan dengan tingkat tidak patuh memakai masker tertinggi tercatat berada di restoran dan kedai. Prosentasenya mencapai 30,8 persen.

“Di rumah sebesar 21 persen, tempat olah raga publik sebesar 18,8 persen, di jalan umum sebesar 14 persen, dan tempat wisata sebesar 13,9 persen,” ujar Wiku. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.