Kedisiplinan Rendah, KAI Daop 4 Semarang Catat 49 Kejadian Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

Pengguna jalan yang menggunakan sepeda motor menunggu saat kereta api melintas di wilayah Semarang.

 

HALO SEMARANG – Belum genap setahun, pelanggar perlintasan sebidang di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang cukup tinggi.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 mencatat , mulai Januari hingga akhir September 2020 telah terjadi 49 kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api akibat rendahnya kedisiplinan pengguna jalan mematuhi rambu jalan.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro menyatakan, dalam sembilan bulan terakhir telah terjadi 49 kecelakaan di perlintasan sebidang.

Menurutnya, tingginya angka kecelakaan tersebut menunjukkan masih rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang, tanpa mentaati rambu ranbu yang ada.

“Hingga akhir September 2020, tercatat jumlah kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang sebanyak 49 kali. Hal itu akibat rendahnya kedisiplinan pengguna jalan melintas di perlintasan sebidang,” ujarnya di Semarang, Jumat (9/10/2020).

Krisbiyantoro merinci, dari 49 kejadian kecelakaan, sebanyak 42 kasus adalah kasus temperan (terserempet kereta api), 4 kasus kendaraan mogok di tengah perlintasan, dan 3 kasus kejadian tabrak palang pintu hingga patah.

“Kejadian kecelakaan tersebut, mengakibatkan sebanyak 6 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat, dan 6 orang luka ringan,” katanya.

Lebih lanjut, Krisbiyantoro menambahkan, kecelakaan tidak hanya terjadi pada perlintasan sebidang yang liar.

“Namun juga terjadi kecelakaan yang sudah ada palang pintu perlintasannya. Termasuk banyak kasus juga yang terjadi di titik kilometer pada jalur KA,” tuturnya.

Kecelakaan di perlintasan sebidang, lanjutnya, tidak hanya merugikan pengguna jalan tapi juga dapat merugikan KAI.

“Kecelakaan itu berakibat perjalanan KA terhambat, kerusakan sarana atau prasarana perkeretaapian, hingga petugas KAI yang terluka akibat kecelakaan di perlintasan sebidang,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati dan mematuhi rambu-rambu yang ada, serta lebih waspada saat akan melintasi perlintasan sebidang kereta api.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rambu-rambu, berhenti sebelum melintas, serta tengok kanan dan kiri terlebih dahulu. Hal ini harus menjadi budaya pada masing-masing pengguna jalan, demi keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan para pengguna jalan,” ujarnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.